Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kenaikan harga cabai merah dan tomat yang melambung tinggi di Sumatera Utara awal pekan ini memicu kekhawatiran masyarakat. Berdasarkan hasil pemantauan, harga cabai merah di pasar Lubuk Pakam naik signifikan dari 22 ribu per kilogram di akhir pekan lalu menjadi 25 ribu per kilogram.
Sementara itu, di Pasar Medan, harga cabai merah mencapai 35 ribu per kilogram, naik 67% dari 21 ribu per kilogram pada Jumat sebelumnya.
Menurut Gunawan Benjamin, pengamat ekonomi, kenaikan harga ini dipicu oleh gangguan pasokan akibat penurunan kuantitas panen di beberapa daerah produksi.
Baca Juga : Migor Kian Mahal, Nasim Khan Dorong Operasi Pasar
"Kenaikan harga cabai merah sudah diproyeksikan sebelumnya karena masalah pasokan. Cabai rawit juga mengalami kenaikan di sejumlah wilayah, meskipun untuk Medan masih stabil di kisaran 33 ribu per kilogram," jelas Gunawan melalui WhatsApp messenger Senin (14/10/24)
Tak hanya cabai merah, harga tomat turut mengalami lonjakan dari 7 ribu menjadi 11 ribu per kilogram, naik sekitar 47%.
"Sudah lama diperingatkan bahwa harga komoditas pangan bisa tetap naik meskipun daya beli masyarakat melemah. Ini menunjukkan bahwa faktor pasokan lebih berpengaruh ketimbang daya beli dalam kasus ini," tambahnya.
Baca Juga : Rencana PPN Tol Disorot, DPR Ingatkan Pemerintah Tak Bebani Rakyat
Dengan lonjakan harga ini, Gunawan memperkirakan Sumatera Utara akan mencatat inflasi pada bulan Oktober, terutama karena komoditas pangan seperti cabai, tomat, minyak goreng, dan daging ayam berpotensi memicu inflasi.
"Harga minyak goreng dan daging ayam masih fluktuatif, namun jika tren kenaikan berlanjut, kontribusi terhadap inflasi akan signifikan."
Meski demikian, Gunawan menilai belum ada kebutuhan mendesak bagi pemerintah untuk melakukan intervensi.
Baca Juga : Pengamat: Kebijakan Tahan Harga BBM Berisiko Tekan Keuangan Pertamina
"Harga cabai merah diperkirakan tetap dalam rentang 25 hingga 35 ribu per kilogram hingga November. Ini masih dalam batas wajar secara keekonomian. Pemerintah sebaiknya memantau situasi terlebih dahulu sebelum melakukan langkah intervensi," ujarnya.
Dengan kondisi ini, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya yang dapat semakin membebani daya beli di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
(cw9/nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Redenominasi Rupiah, Pengamat: Hanya Penyederhanaan Saja, Tak Mengubah Nilai
