Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Harga Cabai di Sumut Makin Pedas H+2 Ramadan

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Ham
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pedagang pangan di Pasar Tradisional Simpang Limun Medan. (Foto: Ilham Al Banjari).

Nusantaraterkini, MEDAN - Harga cabai di Sumatera Utara (Sumut) terus merangkak naik hingga H+2 bulan Ramadan 1445 Hijriah/2024 Masehi, per hari ini, Rabu (13/3/2024).

Dilihat Nusantaraterkini dari situs Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional harga cabai merah keriting rata-rata dibanderol Rp85.950/kg.

Harga ini merangkak naik dari Rp75 ribu/kg.

Baca Juga : Perkuat Ketahanan Pangan, Bobby Nasution Lepas 1.050 Ton Cabai Karo ke Palangkaraya

Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut Gunawan Benjamin mengatakan harga cabai merah keriting di tingkat pengecer (kedai sampah, red) sudah mencapai Rp100 ribu/kg. 

Dia menyebut kenaikan harga cabai merah di Sumut bergerak sangat volatile sejak awal pekan ini.

"Jika menghitung rantai pasok selanjutnya atau kedai sampah maka harga cabai merah akan tembus Rp100 ribu/kg," katanya kepada Nusantaraterkini.co.

Baca Juga : Polres Simalungun Sidak Pasar Jelang Natal: Stok Sembako Aman, Harga Cabai Masih Tinggi

Selain itu, harga cabai rawit hijau rata-rata dibanderol Rp69.550/kg berdasarkan PIHPS Nasional.

Harga ini naik sebesar 17,38 persen dari harga sebelumnya.

Begitupun untuk cabai rawit merah dibanderol Rp85 ribu/kg.

Baca Juga : Kecelakaan Bus Halmahera, Perusahaan Masih Mendata Para Korban

Harga mengalami kenaikan sebesar 94,29 persen.

Gunawan menilai kenaikan ini dipicu pasokan dari wilayah produsen seperti Takengon, Pakpak Bharat hingga Karo belum mampu mengimbangi permintaan yang cukup tinggi.

Menurutnya harga cabai masih berpeluang bisa turun dalam waktu dekat ini.

Baca Juga : Tuntut Gaji Pegawai PDAM Mual Nauli Dibayar, Ribu Simatupang Lakukan Aksi Tunggal Di Kantor Bupati Tapteng 

Selain itu, ia juga menyoroti kenaikan harga telur ayam di sejumlah pasar meski belum terjadi secara serentak.

Kemudian, kenaikan harga bawang merah serta bawang putih di Kota Medan.

Dia menyarakan agar pemerintah mewaspadai kenaikan komoditas yang berpeluang memicu kenaikan harga komoditas pangan lainnya.

Baca Juga : Minyakita Langka di Pasar Sumut, Pengamat Soroti Dugaan Pasokan hingga Spekulan

Seperti kenaikan harga daging ayam yang berpotensi memicu kenaikan harga pangan subtitusi seperti telur ayam, tahu, tempe dan ikan segar. 

"Jadi diluar faktor penurunan produksi, kenaikan biaya agro input atau input produksi, kenaikan biaya distribusi, hingga tingginya permintaan atau demand. Maka ada kenaikan harga yang diakibatkan kenaikan harga komoditas subtitusinya. Muaranya adalah kenaikan demand atau permintaan komoditas itu sendiri seperti yang terjadi pada kenaikan harga telur, setelah harga daging ayam mengalami kenaikan yang cukup signifikan sebelumnya," pungkasnya.

Baca Juga : Peringati 100 Tahun Kongregasi, Alumni SMA Budi Mulia Gelar Bakti Sosial Besar, Pemko Siap Dukung Penuh

(HAM/nusantaraterkini.co).