Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Selasa (26/11/2024) harga emas spot mengalami penurunan ke level terendah dalam lebih dari seminggu.
Kenaikan harga emas ini dipicu oleh penguatan dolar AS dan laporan mengenai potensi gencatan senjata antara Israel dan kelompok bersenjata Hezbollah di Lebanon yang mengurangi permintaan aset safe-haven.
BACA: Kurs Rupiah Melemah 0,2% di Level Rp15.913 Per Dolar AS di Awal Perdagangan Selasa (26/11/2024)
Baca Juga : Iran Ajukan Draf Damai ke AS: Tuntut Cabut Blokade Laut dan Sanksi Minyak dalam 30 Hari
Berdasarkan data yang dilansir dari Reuters, harga emas spot turun 0,2% menjadi US$2.621,06 per ons troi pada pukul 00.23 GMT, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 18 November.
Harga emas batangan turun lebih dari 3% pada sesi sebelumnya setelah laporan gencatan senjata serta pengumuman Presiden terpilih AS Donald Trump yang menunjuk Scott Bessent sebagai Menteri Keuangan.
BACA: Harga Minyak Mentah Bertahan Dekati Level Tertinggi Dalam Dua Minggu Setelah Kenaikan 6% Minggu Lalu
Baca Juga : Trump Sebut Respons Iran Terhadap Proposal Damai AS Tidak Dapat Diterima
Sedangkan, harga emas berjangka AS sedikit naik 0,1% ke $2.621,10.
Laporan dari empat sumber senior Lebanon menyebutkan Presiden AS Joe Biden dan Presiden Prancis Emmanuel Macron akan segera mengumumkan gencatan senjata antara Hezbollah dan Israel.
Langkah ini memperkuat sentimen pasar terhadap meredanya ketegangan geopolitik.
Baca Juga : Permintaan Emas Global Tembus 1.231 Ton pada Q1 2026, Investor Asia Mendominasi
BACA: Harga Emas Antam Melorot Rp2.000 Dibanderol Rp1.539.000 per gram di Perdagangan Senin (25/11/2024)
Penguatan dolar AS setelah ancaman Trump memberlakukan tarif 25% pada semua impor dari Kanada dan Meksiko turut menekan harga emas.
Dolar yang lebih kuat cenderung mengurangi daya tarik emas bagi pemegang mata uang lain.
Baca Juga : Harga Emas Antam Hari Ini 28 April 2026 Naik ke Rp2.814.000 per Gram
BACA: Bursa Saham Asia Pasifik Bertengger di Zona Hijau, Saham Australia Sentuh Rekor Tertinggi
Fokus Pasar ke Kebijakan The Fed
Menurut CME Group's FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang 55,9% untuk pemotongan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada Desember.
Baca Juga : Rupiah Hari Ini Berbalik Menguat ke Rp 17.383/USD, BI Genjot Intervensi dan Kendalikan Permintaan Dolar
Presiden The Fed Bank of Minneapolis Neel Kashkari menyatakan, keterbukaannya terhadap pemotongan suku bunga lebih lanjut bulan depan.
Investor akan memantau data kepercayaan konsumen AS, risalah rapat November The Fed, revisi PDB AS, dan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) yang akan dirilis pekan ini.
Di tempat lain, harga perak spot turun 0,3% menjadi US$30,19 per ons troi. Harga platinum merosot 0,5% ke US$934,00 dan palladium turun 0,2% menjadi US$971,07.
Meskipun penurunan saat ini, SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, melaporkan peningkatan kepemilikan sebesar 0,16% menjadi 879,41 ton pada Senin, menandakan minat investor terhadap emas tetap ada dalam jangka panjang.
(nusntaraterkini.co/win)
