Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Harga Plastik Melonjak, Puan Maharani Ajak UMKM Gunakan Kemasan Organik

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Puan Maharani saat jumpa pers di gedung DPR. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Ketua DPR Puan Maharani, mendorong penggunaan kemasan berbahan organik sebagai alternatif di tengah lonjakan harga plastik yang terjadi belakangan ini.

Menurutnya, selain lebih terjangkau, kemasan organik juga lebih ramah lingkungan karena mudah terurai.

Baca Juga : Siasati Kenaikan Harga Plastik, Wamendag Dorong Penggunaan Eco Bag Bagi Pelaku Usaha

“Meskipun plastik dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari karena kepraktisannya, kita ketahui bersama beban ekologinya sangat tinggi. Maka, kenaikan harga plastik bisa menjadi momentum untuk kita beralih ke ekonomi hijau,” katanya, Kamis (16/4/2026).

Baca Juga : Harga Plastik Mahal, Wamendag Ajak UMKM Beralih ke Eco Bag dan Produk Ramah Lingkungan

Puan menilai kenaikan harga plastik paling berdampak pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di sektor makanan dan minuman kkemasan

Lonjakan harga yang signifikan serta keterbatasan pasokan dinilai semakin menekan pelaku usaha dengan margin keuntungan terbatas.

Baca Juga : Prediksi Pilpres 2029: Dinamis, Banyak Wajah Baru hingga Bayang-Bayang Penantang

“Harga plastik yang melonjak hingga berkali-kali lipat dan pasokan mulai sulit diperoleh menyebabkan pelaku usaha kecil semakin kesulitan dari sisi ekonomi,” ujarnya.

Baca Juga : Puan Maharani soal Kecaman kepada Aktivis: Kritik Harus Santun

Sebagai solusi, Puan mendorong pelaku usaha untuk kembali memanfaatkan kemasan berbasis kearifan lokal, seperti daun pisang atau daun jati yang telah lama digunakan dalam tradisi masyarakat Indonesia.

“Pedagang makanan atau pangan bisa kembali memanfaatkan kemasan ramah lingkungan seperti itu,” tuturnya.

Baca Juga : Kenaikan Plastik, UMKM di Medan Berupaya tak Naikkan Harga Jual

Ia menambahkan, selain ramah lingkungan, kemasan alami juga memiliki keunggulan lain seperti menjaga kualitas makanan dan memberikan aroma khas yang dapat meningkatkan daya tarik produk.

Baca Juga : Rest Area di Jalur Tol Trans Sumatera Buka Ruang Pengembangan Pasar UMKM

“Dengan memakai kemasan dari bahan organik, pelaku usaha tidak hanya bisa menghindari tekanan ekonomi karena tingginya bahan baku impor, tetapi juga bisa menambah nilai jual,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut penggunaan kemasan organik turut mendukung agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam pengelolaan limbah dan pelestarian lingkungan.

Puan juga menyinggung data dari United Nations Environment Programme (UNEP) yang mencatat bahwa sekitar 19 hingga 23 juta ton limbah plastik mencemari ekosistem perairan setiap tahun secara global. Bahkan, jumlah sampah plastik yang dibuang ke laut, sungai, dan danau setiap harinya setara dengan 2.000 truk sampah.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi merusak kemampuan alam dalam beradaptasi terhadap perubahan iklim.

“Selagi harga plastik sedang tinggi, kita bisa mencari alternatif penggunaan kemasan lain yang sekaligus mengurangi sampah plastik,” kata Puan.

Meski demikian, ia mengakui, peralihan ke kemasan organik tidak dapat dilakukan secara instan. Oleh karena itu, Puan meminta pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait untuk menyiapkan regulasi, sistem pendukung, serta sosialisasi yang masif.

“Apabila sistemnya mendukung, saya yakin bukan tidak mungkin bahan organik bisa menggantikan kemasan plastik sekali pakai,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas), Fajar Budiono, mengungkapkan bahwa lonjakan harga plastik dipicu oleh gangguan pasokan global, terutama akibat konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya di jalur Selat Hormuz.

Ia menyebut harga bahan baku plastik yang sebelumnya berada di kisaran US$1.000 per metrik ton kini meningkat menjadi sekitar US$1.800 atau naik hampir 80 persen.

(LS/Nusantaraterkini.co)