nusantaraterkini.co, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis, (6/11/2025). Setelah menembus rekor baru sehari sebelumnya, IHSG diproyeksi bergerak di rentang 8.200–8.380.
Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, pada perdagangan Rabu (5/11), IHSG ditutup naik 0,93% disertai aliran beli bersih investor asing senilai Rp1,23 triliun. Saham-saham yang paling banyak diborong asing antara lain BBCA, BRMS, TLKM, BMRI, dan ASII.
“IHSG berpotensi menguat kembali hari ini,” ujar Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, dalam riset hariannya.
Baca Juga : IHSG Hari Ini Berpeluang Lanjut Naik ke 7.185, Ini Strategi dan Rekomendasi Saham Pilihan
Menurutnya, level support IHSG berada di 8.200–8.270, sedangkan resistance di kisaran 8.350–8.380.
Sementara itu, Tasrul Tanar, Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menilai tren bullish IHSG masih dominan meski peluang koreksi tetap terbuka.
"Selama berada di atas level 8.153, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju 8.373. Strategi terbaik saat ini adalah buy on dip di area 8.200–8.250 dengan pengawasan ketat jika volume melemah,” kata Tasrul.
Baca Juga : IHSG Tertekan Sepekan, Turun 2,42% — Kapitalisasi Pasar Susut ke Rp12.382 Triliun
Rekomendasi Saham Hari Ini
Berikut rekomendasi saham pilihan dari para analis:
CDIA Spec Buy 1.745–1.790 <1.740 1.820–1.860
Baca Juga : IHSG Hari Ini Berpotensi Tertekan, Analis Prediksi Gerak Terbatas di Awal Perdagangan
UNVR Spec Buy 2.670–2.690 <2.610 2.750–2.840
WIFI Buy if Break 3.260 <3.200 3.320–3.400
HRTA Spec Buy 1.235–1.245 <1.210 1.280–1.300
Baca Juga : IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Tertekan, Simak Rekomendasi Saham BBRI hingga INCO
SGER Spec Buy 484–498 <480 510–530
RAJA Spec Buy 4.000–4.090 <3.950 4.200–4.400
Rekor Tertinggi IHSG pada 5 November 2025
IHSG pada perdagangan Rabu (5/11) mencetak rekor baru setelah menembus level 8.318,52, naik 0,93%, dipicu rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 sebesar 5,04%.
Indeks LQ45 turut menguat 0,60% ke 846,89, sementara sebagian besar indeks sektoral juga menghijau.
Total 284 saham menguat, 357 melemah, dan 168 stagnan, dengan nilai transaksi harian mencapai Rp18,5 triliun dan volume 35,3 miliar saham.
Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran Rp16.705 per dolar.
Sektor Saham yang Menggerakkan IHSG
Dari 11 sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI), hanya dua yang terkoreksi: sektor industri turun 1,49%, dan sektor properti melemah 0,47%.
Sementara itu, sektor teknologi mencatat kenaikan tertinggi 3,31%, disusul sektor basic materials naik 2,51%, sektor keuangan tumbuh 1,07%, dan infrastruktur meningkat 1,04%.
Sektor consumer cyclical dan non-cyclical juga menguat, masing-masing 0,67% dan 0,51%, diikuti sektor kesehatan (+0,26%) dan transportasi (+0,03%).
"Penguatan IHSG didorong sentimen positif dari pertumbuhan ekonomi yang melebihi ekspektasi serta penantian investor terhadap pengumuman MSCI,” ujar Herditya Wicaksana, Analis MNC Sekuritas.
(Dra/nusantaraterkini.co)
