Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

IHSG Hari Ini Terkoreksi ke 7.594, Waspada Tekanan Lanjutan, Ini Strategi yang Disarankan Analis

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt). (BAY ISMOYO/AFP)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Senin (20/4/2026) di zona merah dengan penurunan 0,52 persen ke level 7.594,11. Pelemahan ini menjadi sinyal bagi pelaku pasar untuk lebih berhati-hati, mengingat potensi koreksi lanjutan masih membayangi pergerakan indeks pada perdagangan Selasa (21/4/2026).

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan tekanan tidak hanya terjadi pada IHSG, tetapi juga indeks LQ45 yang turun 0,40 persen ke posisi 755,84. Aktivitas transaksi pun terpantau belum terlalu agresif, dengan nilai harian masih di bawah Rp20 triliun, mencerminkan sikap wait and see investor.

Sejumlah analis dari MNC Sekuritas dan BNI Sekuritas memproyeksikan IHSG hari ini berpotensi menguji area support di kisaran 7.245 hingga 7.527. Meski demikian, arus dana asing masih mencatatkan pembelian bersih (net buy) sekitar Rp124,49 miliar di pasar reguler.

Baca Juga : IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Tertekan, Simak Rekomendasi Saham BBRI hingga INCO

Secara teknikal, posisi IHSG dinilai berada dalam fase rentan. Jika tidak mampu bertahan di atas level psikologis 7.500, maka peluang pelemahan menuju support berikutnya di 7.488 hingga 7.351 semakin terbuka.

Di sisi lain, peluang rebound tetap ada apabila IHSG berhasil menembus resistance di level 7.700. Jika skenario ini terjadi, indeks berpotensi melanjutkan penguatan ke kisaran 7.861 hingga 8.300.

Dari sisi sektoral, saham berbasis bahan baku baterai dan batu bara menjadi perhatian pelaku pasar setelah mengalami tekanan. Sektor bahan baku baterai turun 3,31 persen ke level 730, sementara emiten batu bara melemah 1,03 persen ke posisi 2.870.

Baca Juga : IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 7.146 pada Perdagangan 8 Mei 2026, Investor Pantau Sentimen Global

Dalam kondisi pasar yang fluktuatif, analis merekomendasikan strategi buy on weakness, yakni melakukan pembelian saat harga terkoreksi namun masih berada dalam tren jangka menengah yang sehat. Sektor energi dinilai mulai mendekati akhir fase koreksi berdasarkan pendekatan gelombang teknikal.

Bagi investor, terutama pemula, disiplin dalam menentukan batas kerugian (stop loss) menjadi kunci penting untuk menjaga portofolio tetap aman dari tekanan pasar yang lebih dalam.

Sementara itu, saham-saham perbankan berkapitalisasi besar masih menjadi incaran investor asing, didukung fundamental yang relatif kuat dan stabilitas kinerja.

Baca Juga : IHSG Hari Ini Berpeluang Lanjut Naik ke 7.185, Ini Strategi dan Rekomendasi Saham Pilihan

Di tengah ketidakpastian global, termasuk tensi geopolitik seperti konflik Iran dan Amerika Serikat, pelaku pasar diimbau untuk tetap menyesuaikan strategi investasi dengan profil risiko masing-masing.

(Dra/nusantaraterkini.co)