Nusantaraterkini.co, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menguat hingga akhir perdagangan hari ini. Jumat (18/7), IHSG menguat 24,89 poin atau 0,34% ke 7.311,91.
Penguatan IHSG disokong sebagaian indeks sektoral. Indeks dengan penguatan terbesar dicetak IDX Sektor Teknologi yang melonjak 4,55% hingga akhir perdagangan hari ini.
Selanjutnya, IDX Sektor Infrastruktur yang naik 3,23%, IDX Sektor Kesehatan naik 1,39% dan IDX Sektor Barang Baku yang menguat 0,87%.
Baca Juga : IHSG Hari Ini Berpeluang Lanjut Naik ke 7.185, Ini Strategi dan Rekomendasi Saham Pilihan
Berikutnya, IDX Sektor Perindustrian naik 0,52% dan IDX Sektor Energi yang menguat 0,33%.
Sementara itu, IDX Sektor Transportasi dan Logistik menjadi sektoral dengan pelemahan terdalam setelah turun 1,28% hingga akhir perdagangan hari ini.
Disusul, IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer turun 0,1,22%, IDX Sektor Properti dan Real Estate yang melemah 0,86, IDX Sektor Barang Konsumen Primer turun 0,51% dan IDX Sektor keuangan yang melemah tipis.
Baca Juga : IHSG Tertekan Sepekan, Turun 2,42% — Kapitalisasi Pasar Susut ke Rp12.382 Triliun
Total volume transaksi bursa mencapai 31,01 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 16,68 triliun. Sebanyak 284 saham naik harga, 324 turun harga dan 197 flat.
Top gainers LQ45 hari ini terdiri dari:
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 9,5%
PT Indosat Tbk (ISAT) naik 3,98%
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik 3,81%
Top losers LQ45 hari ini adalah:
PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) turun 5,11%
PT Mira Adiperkasa Tbk (MAPI) turun 4,64%
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik 4,13%
IHSG Melaju Kencang Naik Lebih dari 1% dan Mencetak Rekor Tertinggi Baru Siang Ini
Pada perdagangan Jumat (18/7/2025) siang ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju kencang dengan kenaikan lebih dari 1% dan mencetak rekor tertinggi baru.
Mengutip data RTI, IHSG menguat 1,27% atau naik 92,25 poin ke level 7.379,27. Sebanyak 303 saham menguat, 259 saham melemah, dan 233 saham stagnan.
Kinerja IHSG didukung oleh penguatan di sembilan indeks sektoral. Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi adalah: IDX-Techno: +6,32%, IDX-Infra: +3,77%, IDX-Health: +1,52%
Top Gainers LQ45:
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 4,59% ke Rp 2.280
PT Indosat Tbk (ISAT) naik 4,42% ke Rp 2.360
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik 3,17% ke Rp 1.625
Top Losers LQ45:
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) turun 2,59% ke Rp 2.630
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) turun 2,54% ke Rp 575
PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) turun 2,19% ke Rp 670
Pasar Analis: IHSG Bakal Lanjutan Reli di Pasar Spot Disokong BI Rate
Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada akhir perdagangan Kamis (17/7/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya dan naik 95 poin atau 1,32% ke level 7.287,02 di pasar spot.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, IHSG masih mendapat sokongan dari seputar kesepakatan negosiasi tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) yang turun dari 32% menjadi 19%.
Pasar juga masih dalam euforia menyambut pemangkasan suku bunga acuan BI rate oleh Bank Indonesia (BI) dari 5,5% menjadi 5,25%.
Selain itu, Alrich juga menangkap adanya kabar yang mencuat dari beberapa kinerja emiten secara individual. Terlebih, sebentar lagi waktunya emiten merilis kinerja kuartal ll-2025.
Secara teknikal, kata Alrich, indikator MACD menunjukkan pelebaran slope positif dengan didukung kenaikan histogram positif.
Distribution juga menunjukkan akumulasi volume yang mendukung tren penguatan. Dus, Alrivh memprediksi IHSG berpotensi menguji level resistance di 7.300-7.325 pada perdagangan Jumat (18/7).
"Namun perlu diwaspadai aksi profit taking jangka pendek pada akhir pekan yang didukung indikator Stochastic RSI yang mengalami overbought," kata Alrich.
Dari eksternal, kata Alrich bilang, perhatian investor tertuju pada angka ekspor Jepang pada bulan Juni 2025 yang turun 0,5% secara tahunan (YoY) dari sebelumnya turun 1,7% YoY di Mei 2025.
Ini merupakan penurunan selama dua bulan terturut-turut dan di bawah perkiraan pasar yang diproyeksi naik 0,5% (YoY) sebagai akibat dari tarif impor AS yang menurunkan permintaan.
Presiden AS Donald Trump memang menyatakan akan tetap memberlakukan tarif impor sebesar 25% terhadap produk asal Jepang dan tidak berharap akan mencapai kesepakatan lebih luas dengan negeri sakura itu.
"Ekspor Jepang ke AS pada bulan Juni 2025 juga turun 11,4% YoY, merupakan penurunan selama tiga bulan berturut-turut dan penurunan terbesar sejak Februari 2021 didorong oleh turunnya ekspor mobil, suku cadang mobil, dan produk farmasi," ujarnya.
Selain itu, kata Alrich, pasar juga akan tetap mencermati data tingkat pengangguran di Inggris pada bulan Mei 2025 yang meningkat menjadi 4,7%, lebih tinggi dari perkiraan yang tetap di level 4,6%.
Adapun dari AS, investor akan menantikan Michigan Consumer Sentiment Preliminary bulan Juli 2025 yang diperkirakan naik ke level 61,5 dari 60,7 di Mei 2025.
Rekomendasi Saham
Analis Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menambahkan, IHSG juga akan terpengaruh data klaim pengangguran awal (jobless claims) AS. Dengan begitu, Wafi menaksir IHSG bakal lanjut menguat di area support 7.250 dan resistance 7.350.
Wafi merekomendasikan saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan level support Rp 2.640 dan resistance Rp 2.870, saham PT Astra International Tbk (ASII) dengan support Rp 4.700 dan resistance Rp 4.900, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan support Rp 4.660 dan resistance Rp 4.850.
Dia juga merekomendasikan saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dengan support Rp 1.600 dan resistance Rp 1.800, serta PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dengan support Rp 2.050 dan resistance Rp 2.460.
Adapun, Alrich menyarankan investor untuk mencermati saham TLKM, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).
(wiwin/nusantaraterkini.co)
