Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

IRGC Nyatakan Kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi Baru Iran, Mojtaba Khamenei

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Foto dokumentasi tak bertanggal ini menunjukkan Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang baru. (Foto: Xinhua)

Nusantaraterkini.co, KAIRO - Mojtaba Khamenei, putra Ali Khamenei resmi terpilih sebagai pemimpin tertinggi baru Iran, demikian diumumkan Majelis Ahli Iran pada Minggu (8/3/2026).

Dalam sebuah pernyataan, majelis tersebut mengonfirmasi terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi ketiga Iran, menyebut tentang pemungutan suara yang menentukan dari para perwakilan yang terhormat di majelis tersebut.

Baca Juga : Teka-teki Kesehatan Pemimpin Tertinggi Iran Terjawab, Mojtaba Khamenei Diklaim Sehat Walafiat

"Dalam sidang luar biasa hari ini, Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei ditunjuk dan diperkenalkan sebagai pemimpin ketiga dalam sistem suci Republik Islam Iran," menurut pernyataan itu.

Baca Juga : Iran Rayakan Lebaran di Tengah Konflik dan Wafatnya Ali Khamenei

Menyusul pengumuman tersebut, Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran segera menyatakan kesetiaan kepada pemimpin tertinggi baru itu, dan menyatakan kesiapan untuk mengikuti instruksinya.

Mojtaba Khamenei, yang lahir pada 1969, merupakan putra dari mendiang pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Baca Juga : Usai Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Rudal Langsung Menghujani Israel

Mojtaba telah digadang-gadang akan menjadi pemimpin tertinggi baru Iran bahkan sebelum pengumuman tersebut. Israel dan AS telah mengeluarkan ancaman terhadap Iran terkait hal ini.

Pada Rabu (4/3/2026), Israel mengancam bahwa siapa pun yang dipilih Iran sebagai pemimpin tertinggi baru akan menjadi target untuk dieliminasi.

Presiden AS Donald Trump pada Kamis (5/3/2026) mengatakan kepada situs web berita AS Axios bahwa pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru Iran tidak dapat diterima, seraya mengatakan Trump sendiri harus terlibat secara personal dalam pemilihan pemimpin baru Iran.

Trump juga memperingatkan bahwa jika Iran memilih pemimpin baru yang melanjutkan kebijakan Khamenei, maka AS terpaksa akan kembali berperang dalam waktu lima tahun.

Sebelumnya, AS dan Israel melancarkan serangan udara mendadak terhadap Teheran dan kota-kota lain di Iran pada 28 Februari, menewaskan Ali Khamenei beserta beberapa anggota keluarganya, komandan militer senior Iran, dan warga sipil.

Iran kemudian membalas dengan beberapa gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan aset-aset AS di seluruh Timur Tengah.

(*/nusantaraterkini.co) 

Sumber: Xinhua