Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke Israel pada Minggu (8/3/2026). Serangan itu terjadi tak lama setelah Mojtaba Khamenei diumumkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.
Mojtaba naik menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026). Serangan tersebut menjadi pemicu konflik yang kini berkembang menjadi perang terbuka di kawasan Timur Tengah.
Penunjukan Mojtaba dilakukan oleh dewan ulama Iran sembilan hari setelah kematian Ali Khamenei. Dengan keputusan itu, Mojtaba menjadi pemimpin tertinggi ketiga sejak terjadinya Revolusi Islam Iran 1979.
Baca Juga : Gelombang Serangan Iran Guncang Teluk: Ledakan Terdengar di Doha, Dubai hingga Kuwait
Dalam pernyataan resminya, dewan ulama Iran menyatakan tidak memiliki keraguan dalam menetapkan Mojtaba sebagai pemimpin baru, meskipun negara tersebut tengah berada dalam situasi perang.
Tak lama setelah pengumuman tersebut, sejumlah media pemerintah Iran menayangkan gambar proyektil yang akan diluncurkan ke Israel. Pada badan rudal terlihat tulisan berbahasa Persia yang berarti, “Siap menjalankan perintah Anda, Sayyid Mojtaba.”
Ancaman dari Donald Trump
Baca Juga : Teka-teki Kesehatan Pemimpin Tertinggi Iran Terjawab, Mojtaba Khamenei Diklaim Sehat Walafiat
Penunjukan Mojtaba juga mendapat respons keras dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Sebelumnya, Trump secara terbuka menolak kemungkinan Mojtaba menjadi pemimpin tertinggi Iran.
Trump bahkan menyatakan Amerika Serikat memiliki kepentingan dalam menentukan siapa yang akan memimpin Iran setelah kematian Ali Khamenei.
“Jika dia tidak mendapat persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama,” ujar Trump seperti dikutip dari Reuters.
Baca Juga : Iran Rayakan Lebaran di Tengah Konflik dan Wafatnya Ali Khamenei
Di sisi lain, pemerintah Israel menyatakan pihaknya siap melancarkan serangan lanjutan yang menargetkan Mojtaba Khamenei sebagai bagian dari operasi militer yang sedang berlangsung.
(Dra/nusantaraterkini.co).
