Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Jelang Ramadhan 2024, Pimpinan Hamas Masih Buka Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza

Editor :  Annisa
Reporter :  Shakira
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pemimpin politik kelompok Hamas Palestina, Ismail Haniyeh. (Foto: AFP/ANWAR AMRO)

Nusantaraterkini.co - Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh menyatakan Hamas tetap terbuka melakukan perbincangan gencatan senjata di Gaza dengan Israel. Hal ini diungkapkan Haniyeh lantaran para mediator sejauh ini gagal mencapai kesepakatan gencatan senjata jelang Ramadhan.

"Saya katakan dengan jelas bahwa pihak yang memikul tanggung jawab atas tidak tercapainya kesepakatan adalah pendudukan (Israel)...Namun, saya katakan bahwa kami terbuka untuk melanjutkan perundingan," kata Haniyeh dalam pidatonya usai sejumlah negara muslim mengumumkan awal Ramadhan dilansir AFP, Senin (11/3/2024).

Dilansir dari detikcom, kini Para mediator telah memasuki bulan keenam sebelum Ramadhan dimulai, terkait menyerukan dorongan gencatan senjata baru dalam perang.

Baca Juga : Netanyahu Desak Syarat Ketat Nuklir Iran dan Tegaskan Perang Gaza Bisa Berlanjut

Namun, Haniyeh, yang mengasingkan diri di Qatar, mengatakan Israel enggan memenuhi persyaratan Hamas dalam kesepakatan tersebut, yang mencakup pertukaran sandera yang ditahan Hamas dengan tahanan Palestina di Israel.

Haniyeh menekankan Hamas ingin menuntut gencatan senjata yang bertahan lama, penarikan pasukan Israel dari Gaza, kembalinya pengungsi Jalur Gaza yang terlantar ke rumah mereka dan lebih banyak bantuan kemanusiaan di wilayah yang terkepung, di mana kelaparan tengah terjadi.

Israel menolak menarik seluruh pasukannya, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berjanji untuk melanjutkan kampanyenya untuk memusnahkan Hamas, bahkan setelah adanya perjanjian gencatan senjata.

Baca Juga : Donald Trump: Pelucutan Senjata Hamas Syarat Mutlak Damai Gaza Fase Kedua

Pernyataan Israel menuduh Hamas memperkuat posisinya dengan tidak peduli terhadap kesepakatan dan berusaha untuk mengobarkan wilayah tersebut selama bulan Ramadhan.

Haniyeh mengatakan telah melakukan kontak dengan mediator beberapa jam sebelum pidato tetapi tidak berhasil.

"Jika kami menerima dari saudara-saudara mediator posisi yang jelas mengenai pendudukan dengan komitmen mereka untuk menarik diri, menghentikan agresi, dan memulangkan para pengungsi, maka kami siap" untuk menyelesaikan kesepakatan, katanya.

Baca Juga : Balas Pembunuhan Ismail Haniyeh, Iran Diperkirakan akan Serang Israel Besok

(Ann/Nusantaraterkini.co)
Sumber: detikcom