Nusantaraterkini.co, WASHINGTON - Pejabat di Amerika Serikat (AS) dan Israel memperkirakan Iran bakal melakukan balas dendam atas pembunuhan pimpinan Hamas Ismail Haniyeh dengan serangan ke wilayah Israel pada Senin (5/7/2024).
Portal berita Axios, dengan mengutip tiga sumber menyebutkan, para pejabat Amerika memperkirakan pembalasan Iran skalanya berpotensi lebih besar dari serangan Teheran pada pertengahan April lalu, karena gerakan Hizbullah di Lebanon juga dapat terlibat.
Baca Juga : Iran Ajukan Draf Damai ke AS: Tuntut Cabut Blokade Laut dan Sanksi Minyak dalam 30 Hari
Diketahui, pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dibunuh saat berada di Iran, Rabu (31/7/2024) lalu. Pada waktu itu, Haniyeh mengunjungi Teheran untuk menghadiri upacara pelantikan Presiden Iran yang baru, Masoud Pezeshkian.
Baca Juga : Trump Sebut Respons Iran Terhadap Proposal Damai AS Tidak Dapat Diterima
Dikutip dari Okezone, Minggu (4/8/2024), Hamas menyatakan, pemimpin politiknya itu gugur akibat dari serangan Israel. Gerakan pejuang Palestina itu pun berjanji untuk tidak tinggal diam atas pembunuhan tersebut.
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin enggan mengomentari tentang kematian Haniyeh dan dugaan keterlibatan Israel dalam peristiwa itu. Media Israel, The Jerusalem Post melaporkan bahwa para petinggi zionis telah menginstruksikan para menteri mereka untuk tidak berbicara tentang pembunuhan pemimpin Hamas itu.
Baca Juga : Militer Israel Klaim Tewaskan Komandan Pasukan Radwan Hizbullah Malek Balout di Beirut
Sementara Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Mikhail Bogdanov, menyebut kematian Haniyeh sebagai pembunuhan politik yang sama sekali tidak dapat diterima. Menurut diplomat Moskow itu, peristiwa tersebut dapat memicu eskalasi lebih lanjut di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga : Diplomasi Memanas, Menlu Iran Temui Putin Bahas Gencatan Senjata dengan AS dan Israel
The New York Times melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, telah memerintahkan serangan langsung terhadap Israel. Perintah itu sebagai tanggapan atas pembunuhan Haniyeh di Teheran.
Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa Teheran, sesuai dengan hukum internasional, berhak membela diri untuk menanggapi pembunuhan Haniyeh kapan pun dianggap perlu. Dia juga mengatakan, pembunuhan itu tidak akan terjadi tanpa dukungan intelijen AS untuk Israel.
Baca Juga : Hamas Mulai Proses Pemilihan Pemimpin Baru Pasca Wafatnya Ismail Haniyeh
Misi Iran di PBB juga meminta Dewan Keamanan PBB untuk menjatuhkan sanksi kepada Israel atas agresi mereka di wilayah Iran.
Baca Juga : Iran Bahas soal Ismail Haniyeh yang Tewas Imbas Bom Tanam Selundupan 2 Bulan Lalu
