Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kapolrestabes Medan Kombes Pol Teddy Marbun mengungkapkan bahwa proses masuknya narkoba jenis sabu ke Sumatera Utara (Sumut) jika dilihat dari peta Indonesia diilustrasikan seperti segitiga emas.
Teddy awalnya mengakui banyak persoalan di Kota Medan yang harus mendapatkan perhatian khusus dan tindakan serius. Hal ini ia ketahui sejak dirinya resmi menjabat Kapolrestabes Medan pada Desember 2023 lalu.
Baca Juga : Tekan Angka Kecelakaan, Kapolres Asahan Latih Safety Riding ke Polisi Siswa
"Persoalan yang dihadapi di sini cukup banyak yang perlu kami antisipasi itu terutama masalah narkoba," ungkapnya kepada Nusantaraterkini.co, dikutip, Jumat (19/4/2024).
Baca Juga : Kenaikan Indeks Kerukunan dan Demokrasi Dorong Peluang Pembangunan dan Investasi
Teddy mengatakan persoalan narkoba di Medan sudah sangat mengkhawatirkan. Mantan Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumut ini menjelaskan sejumlah permasalahan di Medan seperti begal, geng motor, pencurian, premanisme dipicu karena narkoba.
"Ada paket hemat Rp20 ribu, Rp50 ribu, bisa ngisap, itu menjadi perhatian khusus, serius. Yang ngisap (pengguna) ini orang susah orang tuanya, yang nggak ada kerjaan, yang mungkin makan pun susah mohon maaf, tapi itulah bahaya narkoba itu, pengedar ataupun bandar yang ada di Malaysia sana tidak memikirkan itu, yang penting harga barangnya itu tetap laku," ungkapnya.
Baca Juga : Tragis! Pemotor di Medan Tewas Terseret Kereta Api di Perlintasan Tanpa Palang
Teddy mengatakan narkoba yang masuk ke Medan, Sumut, semua dari Malaysia. Dia mengatakan sebelum masuk ke Malaysia, narkoba tersebut masuk dari Laos, Thailand, Myanmar.
Baca Juga : Polrestabes Medan Uji Coba Integrasi Data BPJS dengan Sistem Kepolisian
"Sebagai informasi masuknya sabu ke wilayah Sumatera ini semuanya dari Malaysia. Dari Malaysia sebelumnya masuknya dari atas, kalau kita lihat peta Indonesia itu dari segitiga emas, ada Laos, ada Thailand dan ada Myamnar," sebutnya.
Lulusan Akpol 1992 ini mengatakan seluruh kapal laut yang membawa narkoba melakukan transit di tengah laut baru masuk ke Malaysia. Dia menyebut sesampainya di Malaysia, kapal membawa narkoba ini kembali melakukan transit selanjutnya masuk ke Indonesia.
Baca Juga : Kecelakaan Bus Halmahera, Perusahaan Masih Mendata Para Korban
"Barulah disisipkan masuk dari Aceh Timur, Aceh Utara. Masuk dari Tanjungbalai kita yang dekat ke Malaysia, masuk dari Kepri yang dekat Batam. Itulah pintu-pintu masuk ke wilayah kita," terangnya.
Baca Juga : Tuntut Gaji Pegawai PDAM Mual Nauli Dibayar, Ribu Simatupang Lakukan Aksi Tunggal Di Kantor Bupati Tapteng
Ia mengatakan paling banyak narkoba tersebut masuk ke Indonesia. Dia mengatakan baru-baru ini pihaknya berhasil mengamankan 23 kilogram sabu-sabu, pertengahan April 2024.
Dia pun mengajak warga Medan untuk sama-sama mengatasi masalah narkoba ini. Sejauh ini, pihaknya telah memberi perhatian khusus menindak pengedar.
"Mari sama-sama mengatasi masalah ini. Mohon orang tua dijaga anaknya agar tidak menjadi korban penyalahgunaan narkoba," pungkasnya.
(HAM/nusantaraterkini.co)
