Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kerja Sama Indonesia dan Turki, Komisi I Pembangunan Pabrik Drone Perkuat Alutsista

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Anggota Komisi I DPR Oleh Soleh (Foto: dok DPR)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Oleh Soleh mendukung kerja sama antara Indonesia dan Turki, salah satunya, terkait rencana pembangunan pabrik drone karena bisa memperkuat alat utama sistem persenjataan (Alutsista) Indonesia.

Ada empat kerja sama yang menjadi perhatian Komisi I, yaitu kerja sama strategis di bidang industri pertahanan antara Kementerian Pertahanan RI dan Sekretariat Industri Pertahanan Kepresidenan Republik Turki, dan perjanjian joint venture antara Republikorp dan Baykar untuk pembuatan pabrik drone di Indonesia, 

Kemudian nota kesepahaman antara Turkish Radio Television Corporation (TRT) dan lembaga penyiaran publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) di bidang keradioan, serta perjanjian kerja sama antara Anadolu Ajansi (AA) dan Kantor Berita Antara Indonesia.

Baca Juga: Prabowo Dapat Hadiah Mobil Listrik T10X dari Presiden Erdogan

Oleh Soleh mengatakan, pihaknya mendukung penuh kerja sama dua negara itu. Khususnya terkait pengembangan industri pertahanan dan pembangunan pabrik drone. Saat ini drone sudah menjadi salah satu peralatan perang canggih yang banyak digunakan oleh negara-negara kuat.

"Makanya kami mendorong agar pemerintah menindaklanjuti secara serius rencana tersebut," tuturnya, Sabtu (15/2/2025).

Legislator Dapil Jawa Barat XI itu berpendapat hubungan kerja sama antara RI dan Turki selepas pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Recep Tayyip Erdogan bisa memperkuat hubungan kedua negara.

Menurutnya, jika tencana pembangunan pabrik drone militer bisa terealisasi, maka diyakini akan menguntungkan kedua negara dalam memperkuat alutsista.

Dia menyatakan bahwa potensi kedua negara dalam pengembangan drone untuk alutsista bisa menghasilkan perlatan canggih yang dapat bersaing, bahkan mengungguli negara lain.

Baca Juga: Bertemu Erdogan, Prabowo Sampaikan Ingin Produksi Bersama Industri Pertahanan RI dan Turki

"Terkait skema pembangunan maupun penentuan lokasi pembangunan pabrik, kami menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah," bebernya.

Oleh Soleh mengatakan, jika pembangunan pabrik drone nantinya melibatkan pihak swasta, dia meminta dilakukan persiapan matang dan kajian secara komprehensif.

"Soal teknis ini kan kita percayakan kepada pemerintah Indonesia dengan Turki. Kita juga kan belum tahu spesifik kerja samanya seperti apa, apakah melibatkan swasta atau tidak. Kalau misalkan melibatkan pihak swasta ini kan perlu dibicarakan secara komprehensif ya," ungkapnya.

Oleh Soleh mengatakan, kerja sama dua negara itu harus menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk meningkatkan kemampuan pertahanan dalam rangka menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI.

"Kerja sama itu diharapkan bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM pertahanan, termasuk alutsista Indonesia. Semuanya itu  juga harus bermuara pada peningkatan minimum essential force Indonesia," paparnya.

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo dan Erdogan melakukan pertemuan bilateral dan membahas sejumlah hal. Dari pertemuan tersebut dilahirkan 13 kesepakatan pelbagai bidang.

(cw1/Nusantaraterkini.co)