Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pembelian 48 Jet Tempur KAAN dari Turki, Komisi I Minta Dihitung Cermat

Editor :  hendra
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Oleh Soleh (Foto: dok.DPR)

nusantaraterkini.co, JAKARTA- Anggota Komisi I DPR Oleh Soleh menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah membeli 48 unit jet tempur generasi kelima KAAN buatan Turki senilai Rp 162 triliun. Namun, pemerintah harus menghitung pembiayaan secara cermat.

Oleh mengatakan, kerja sama pembelian jet tempur dari Turki itu sebagai langkah strategis dalam memperkuat postur pertahanan udara nasional di tengah dinamika geopolitik kawasan.

“Penguatan alutsista TNI, khususnya di matra udara, adalah keharusan. Jet tempur generasi kelima seperti KAAN akan memberikan keunggulan teknologi dan meningkatkan daya gentar Indonesia di kawasan,” ujar Oleh, Jumat (13/6/2025).

Baca Juga : Pemerintah Didesak Segera Pulangkan 13 ABK Terjebak di Azerbaijan

Lebih lanjut, Legislator Dapil Jawa Barat XI itu menekankan pentingnya aspek transfer of technology dalam kerja sama tersebut. Menurutnya, kerja sama ini tidak boleh hanya sebatas pengadaan barang jadi, tetapi harus membuka ruang kolaborasi industri pertahanan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di dalam negeri.

“Kami mendukung jika pembelian ini disertai dengan skema transfer teknologi dan partisipasi industri pertahanan nasional. Indonesia harus mendapatkan manfaat strategis jangka panjang, bukan hanya kepemilikan alat tempur canggih,” tegas mantan anggota DPRD Jawa Barat itu.

Komisi I DPR RI, kata Oleh, akan memastikan bahwa proses kerja sama itu berjalan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Ia juga mengingatkan pemerintah untuk memperhitungkan aspek pembiayaan secara cermat agar tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), mengingat nilai proyek yang sangat besar.

Baca Juga : DPR Dorong RUU Perlindungan Pelajar Indonesia di Luar Negeri di Tengah Konflik Global

“Soal anggaran dan jadwal pengiriman harus dikelola secara matang. Kami akan mengawal dari sisi pengawasan parlemen agar tidak terjadi pembengkakan biaya atau penundaan pengiriman yang merugikan negara,” tambahnya.

Terakhir, Oleh melihat kerja sama pertahanan ini sebagai simbol penguatan hubungan strategis antara Indonesia dan Turki. Setelah kolaborasi sebelumnya dalam bidang drone, kini kedua negara memasuki babak baru dalam kemitraan militer berbasis teknologi tinggi.

“Pembelian jet tempur ini juga menunjukkan kepercayaan Indonesia terhadap teknologi pertahanan negara sahabat yang sedang tumbuh seperti Turki. Ini lebih dari sekadar transaksi, ini adalah diplomasi strategis jangka panjang,” tutup Oleh.

Baca Juga : Soal Pergantian Warna Pesawat Presiden, Legislator: Tak Ada Unsur Politik dan Efisiensi

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan RI dan Sekretariat Industri Pertahanan Turki (Savunma Sanayii Baskanligi/SSB) meneken nota kesepahaman (MoU) kerja sama pembelian jet tempur generasi 5.0 KAAN buatan Turkish Aerospace Industries, pada hari pertama Indo Defence Expo & Forum di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/6/2025).

Penandatanganan MoU itu disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, bertepatan dengan kunjungan Presiden di Paviliun Industri Pertahanan Turki di lokasi pameran Indo Defence. MoU pengadaan KAAN diteken oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Presiden SSB Turki Prof. Haluk Gorgun. 

(cw1/nusantaraterkini.co).

Baca Juga : Hanya Tersisa Puing, Korban Kebakaran 1 Ilir Harapkan Bantuan Pemerintah