Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kesepakatan Diduga Dilanggar, Halal Bihalal KA KAMMI Sumut Berujung Kisruh

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Tangkapan layar kericuhan warnai pelantikan PW Kakammi Sumut. (Foto: dok istimewa)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Acara halal bihalal Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) Sumatera Utara (Sumut) di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur Sumut berujung kisruh, Minggu (19/4/2026).

Informasi diperoleh, kisruh ini terjadi, tak lama setelah Wakil Gubernur Sumut, Surya meninggalkan lokasi acara.

Baca Juga : KPK Paparkan Kronologis Penangkapan 5 Orang yang Terlibat Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Jalan

Video kisruh ini pun beredar di sejumlah platform media sosial. Dalam video yang beredar, tampak seorang pria sampai terluka di bagian kepala akibat kisruh yang terjadi.

Baca Juga : Demo Tolak PPN 12 Persen, Mahasiswa Duduki Ruang Paripurna DPRD Sumut

Menanggapi ini, Ketua PW KAMMI Sumut, Irham Sadani Rambe, menyampaikan, dua hari sebelum acara, pada Jumat (17/4/2026) pukul 19.30 WIB, Ketua KA KAMMI Sumut, Abdul Rahim Siregar bertemu dengannya di Mie Ayam H. Mahmud, Jalan Abdullah Lubis.

"Pertemuan tersebut bertujuan untuk mengklarifikasi bahwa tidak akan ada agenda pelantikan yang mengatasnamakan PW KAMMI Sumut sebagai penumpang gelap dalam kegiatan Halal Bihalal dan Pelantikan KA KAMMI Sumut yang dilaksanakan pada 19 April 2026," katanya dalam keterangannya dikutip, Senin (20/4/2026). 

Baca Juga : Pohon Tumbang saat Salat Ied di Pemalang, Dua Jemaah Meninggal

Dalam pertemuan itu, Abdul Rahim Siregar juga menyampaikan permohonan maaf atas beredarnya flyer di media sosial dan grup KAMMI Sumut yang mencantumkan agenda Halal Bihalal sekaligus pelantikan KA KAMMI Sumut dan menyelipkan Pelantikan PW KAMMI Sumut.

Baca Juga : KKJ Sumut Kecam Arogansi Aparat dan Perampasan Alat Kerja Jurnalis saat Unjuk Rasa di DPRD Sumut

Selain itu, Abdul Rahim Siregar juga berkomitmen untuk tidak menimbulkan perpecahan di tubuh KAMMI Sumut, serta berjanji akan merangkul seluruh alumni dan kader demi menjaga persatuan organisasi, sekaligus mendorong penyelesaian konflik di tingkat pusat.

Adapun beberapa poin kesepakatan yang dihasilkan dari pertemuan tersebut antara lain, kader KAMMI diperbolehkan hadir untuk meramaikan kegiatan karena merupakan agenda alumni.

Baca Juga : Tanggul Darurat di Tukka Tapteng Jebol Lagi, Warga Kembali Mengungsi

Kemudian, tidak mengundang Irham Sadani Rambe dan Hasan Basri guna meminimalisir potensi kericuhan dan tidak menghadirkan pengurus pusat dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga : Polisi Bongkar Penjualan Miras Ilegal Berkedok Warung Jamu

Namun dalam pelaksanaannya, kesepakatan tersebut dinilai tidak dijalankan. Kehadiran pihak-pihak yang mengatasnamakan PW KAMMI Sumut dan Pengurus Pusat memicu protes dari anggota KAMMI di lokasi acara. 

Kericuhan sendiri bermula ketika Irwandi dari Pengurus Wilayah KAMMI Sumut maju untuk mempertanyakan kepada Ketua KA KAMMI Sumut terkait kehadiran Nazmul Watan dan Hasan Basri di dalam aula acara. Karena tidak mendapatkan jawaban yang jelas, Irwandi kemudian meminta agar Nazmul Watan meninggalkan ruangan.

Situasi kemudian memanas dan terjadi aksi tarik-menarik serta dorong-mendorong di antara tamu undangan, hingga insiden pemukulan.

Karena itu, Irham Sadani Rambe menegaskan, kericuhan ini bukanlah sesuatu yang diinginkan.

"Kami mengutuk segala bentuk kekerasan dalam aktivitas organisasi dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan serta etika berorganisasi," ujarnya. 

Dia menyatakan, insiden ini terjadi akibat tidak dijalankannya kesepakatan yang telah dibangun sebelumnya. Selain itu, kader yang hadir pada awalnya menyampaikan protes secara baik, namun justru mendapat tindakan kekerasan terlebih dahulu sehingga memicu bentrokan.

Irham menjelaskan, dalam peristiwa tersebut, tercatat enam orang anggotanya menjadi korban pemukulan hingga lebam di kepala, badan. Sedangkan dari kubu lainnya satu orang mengalami luka Bocor diduga terbentur dinding.

"Kami sangat menyesalkan bahwa kegiatan Halal Bihalal yang seharusnya menjadi momentum mempererat ukhuwah justru mau dibungkus dengan perpecahan organisasi," imbuhnya. 

Sebagai Ketua PW KAMMI Sumut, Irham mengimbau seluruh kader tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Saya mengajak seluruh kader untuk tetap tenang, menjaga persaudaraan, dan tidak terjebak dalam opini maupun fitnah yang dapat merusak organisasi,” tutupnya.

(zie/nusantaraterkini.co)