Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ketimpangan Gender di Sumut Masih Jadi Tantangan, Kadis P3AKB Soroti Kesehatan dan Pemberdayaan Perempuan

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3AKB) Sumatera Utara, Dwi Enda Purwanti, menyatakan bahwa ketimpangan gender di Sumatera Utara masih menjadi permasalahan serius.

Menurut Dwi, indeks ketimpangan gender atau Gender Inequality Index di Sumut masih menunjukkan kondisi yang memprihatinkan, khususnya dalam bidang kesehatan dan pemberdayaan perempuan.

Baca Juga : Guru Madrasah Asal Sumut Raih Rekor MURI Penulisan Buku Antologi Puisi Etnik Nusantara

“Indeks ketimpangan gender kita saat ini masih menjadi tantangan, terutama terkait kesehatan. Hal ini memengaruhi angka kelahiran dan partisipasi perempuan dalam berbagai sektor,” kata Dwi dalam konferensi pers yang digelar di kantor Gubernur Sumut, pada Senin (17/11/2025).

Dwi menambahkan, salah satu indikator yang masih menjadi perhatian adalah jumlah kelahiran pada kelompok usia di bawah 15 tahun yang memang menurun, tetapi belum sepenuhnya menunjukkan perbaikan. Selain itu, partisipasi perempuan dalam bidang kesehatan dan berbagai lembaga pemerintahan juga masih rendah.

“Contohnya, jumlah perempuan hanya sekitar 30 persen dari total. Ini menunjukkan masih ada kesenjangan yang perlu segera diperbaiki,” ujar Dwi.

Untuk itu, pihaknya menekankan pentingnya program pemberdayaan perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas hidup masyarakat dan menurunkan ketimpangan gender.

Baca Juga : Powerfit Club Medan Tantang Turunkan Berat Badan 21 Hari, Hadiah Jutaan Rupiah

“Kami akan terus memperkuat bidang-bidang strategis yang berkaitan dengan perempuan agar kesetaraan dan pemberdayaan dapat tercapai,” tambahnya.

Dwi berharap, melalui peningkatan partisipasi perempuan dan program pemberdayaan masyarakat, indeks ketimpangan gender di Sumut dapat membaik dalam beberapa tahun ke depan.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)