Nusantaraterkini.co, MEDAN - Puluhan petani asal Asahan yang tergabung dalam Koperasi Kelompok Tani Betahamu, Seibalai, mendatangi Kodam I/Bukit Barisan (BB) di Jalan Gatot Subroto Medan, Rabu (19/6/2024).
Kedatangan petani ini ke depan Kodam I/BB untuk menyampaikan aspirasi terkait konflik lahan di Desa Perjuangan, Kecamatan Seibalai, Kabupaten Batubara, yang mereka sewa seharga Rp300 juta lebih, diduga HGU milik Puskopkar A BB Medan.
Baca Juga : Tragedi Penambangan Ilegal: Seorang Ibu Menjadi Korban Penganiayaan di Lahan Miliknya Sendiri
"Sebab kami menunggu kepastian dari Panglima. Karena kami bekerja sama (MoU) sama koperasi Betahamu dengan Puskopkar. Kami sudah bayar sewa mulai dari 2021 tanggal 20 bulan Desember," kata salah seorang petani Sita Situmorang kepada Nusantaraterkini.co saat berada di mesjid di depan Kodam I/BB.
Baca Juga : Jeritan Hati Masyarakat Adat Sihaporas Menuntut Keadilan: Hutan Kami Hilang, Tangis Alam Terdengar
Ia mengatakan, petani Betahamu yang berjumlah 88 orang ini mengaku sudah membayar sebesar sewa lahan sebesar Rp331 juta. Namun setelah dibayarkan, petani malah tidak dapat bercocok tanam, karena sudah ada penggarap lain.
"Lahan yang dimaksud itu adalah HGU dari Puskopkar ataupun Kodam, lahan seluas sekitar 89 hektare. Kami dari Koperasi Betahamu menyewa lahan dari Puskopkar. Sewa dari tanggal 20/12/2021, kami sudah bayar Rp331 juta," kata Sita.
Baca Juga : Gubernur Sumsel Instruksikan APH Sikat Mafia Pupuk Subsidi: Jangan Rampas Hak Petani
"Tidak ada (selama ini) tindakan dari Puskopkar. Kalau kami mau bertindak ke dalam lahan, kami harus melalui jalur hukum. Sementara si penggarap tanah dengan si Wasinton (sipil) mereka yang menguasai selama ini," sambungya.
Baca Juga : Beruang Serang Petani di Sosoh Buay Rayap, Korban Berhasil Dievakuasi Polres OKU
Merasa tertipu, petani akhirnya mengadu ke Kodam I/BB. Mereka berharap dengan kedatangan ini nantinya TNI dapat membantu mereka bercocok tanam di lahan yang telah mereka sewa.
"Harapan kami semoga bisa menguasai lahan sesuai dengan perjanjian kami sebelumnya," tandasnya.
Baca Juga : Rico Waas Hadiri Silaturahmi Menko Polkam, Bahas Kondisi Sosial Sumut
Amatan di lokasi, puluhan petani datang menaiki 3 unit mobil ke Kodam I/BB.
Baca Juga : TNI Amankan 6 Excavator dan 6 Pekerja Tambang dari Dua Kecamatan di Mandailing Natal
(Cw5/Nusantaraterkini.co)
