nusantaraterkini.co, JAKARTA - Maraknya konten porno hingga judi oline (judol) di media sosial khususnya Instagram dan WhatsApp mendapat sorotan dari Komisi I DPR RI.
Anggota Komisi I DPR RI, Sarifah Ainun Jariyah menyebut, dua platform media sosial tersebut tidak memiliki filter sehingga dapat diakses oleh siapa saja.
Dia menegaskan, hal itu tentu sangat berbahaya dan dapat merusak moral pengguna media sosial.
Baca Juga : Anggaran 2025 Dipangkas hingga 66 Persen, BP Haji Pastikan Kualitas Layanan Tetap Terjaga
Tidak hanya soal konten porno, terkadang muncul juga konten judol hingga pinjol di media sosial terutama di aplikasi WhatsApp.
"Ketika kita membuka WhatsApp kita klik video di status itu munculnya video yang muncul video porno itu harus ditindaklanjuti, selain itu pinjol dan judol juga muncul di situ," kata Sarifah dalam keterangannya dikutip Rabu (5/2/2025).
Sarifah juga meminta ada perhatian khusus dari semua pihak terutama pemerintah terkait konten pornografi yang muncul di platform media sosial tersebut.
Baca Juga : Setelah Tegur Bahlil Lahadalia, Prabowo Diminta Koreksi Kebijakan Sri Mulyani
Hal lain yang jadi sorotan, ketika konten pornografi muncul di Instagram yang komentar rata-rata anak di bawah umur karena memang tidak ada filter.
Legislator PDIP itu menegaskan, hal tersebut harus menjadi perhatian khusus dan ditindaklanjuti karena sangat merusak moral pengguna media sosial terutama anak di bawah umur.
"Saya rasa konten pornografi di medsos ini harus ditindaklanjuti karena banyak juga yang komentar ini anak-anak di bawah umur karena memang di Instagram ini enggak ada filter sama sekali, dan saya rasa hal kayak gini harus jadi perhatian khusus," tegasnya.
"Kalau bisa dipanggil pihak Meta-nya, minimal dibatasi karena ini membahayakan," tutup Sarifah.
(Dra/nusantaraterkini.co).
