Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Cilacap, Jawa Tengah, pada Jumat (13/3/2026). Dalam operasi tersebut, penyidik KPK mengamankan sejumlah orang, termasuk Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan adanya penangkapan tersebut saat dikonfirmasi awak media.
“Benar, [Bupati] Cilacap,” kata Fitroh singkat.
Baca Juga : OTT KPK Bertubi-tubi, DPR Sentil Kepala Daerah: Jabatan Bukan Alat Dagang!
Namun demikian, KPK belum merinci perkara yang melatarbelakangi operasi senyap tersebut. Lembaga antirasuah itu juga belum mengungkap berapa jumlah pihak yang diamankan dalam OTT tersebut.
Saat ini, seluruh pihak yang ditangkap masih berstatus sebagai terperiksa. KPK memiliki waktu maksimal 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka, apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau tidak.
Sebagai informasi, Syamsul Auliya Rachman merupakan politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia lahir di Cilacap pada 30 November 1985.
Baca Juga : Ekspresi Bupati Labuhanbatu saat Dibawa KPK, Tersenyum dan Lambaikan Tangan
Dalam pemilihan kepala daerah sebelumnya, Syamsul maju sebagai calon Bupati Cilacap dengan dukungan sejumlah partai politik, yakni PKB, Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Demokrat, serta Partai Solidaritas Indonesia.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Syamsul Auliya Rachman terkait operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK tersebut.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Baca Juga : Upeti Berkedok THR: KPK Bongkar Tradisi Korupsi Berantai di Pemkab Cilacap
