JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto mengundang para mantan menteri dan wakil menteri luar negeri ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (4/2/2026). Pertemuan ini menjadi ajang kumpul para pakar diplomasi lintas zaman untuk memberikan masukan kepada Presiden mengenai situasi dunia atau geopolitik yang sedang hangat saat ini.
Baca Juga : Apresiasi Prabowo di Filipina, GREAT Institute: ASEAN Lahir dari Rahim Solidaritas Kawasan
Mulai dari jam 14.30 WIB, tokoh-tokoh yang sudah tidak asing lagi mulai berdatangan. Terlihat mantan Menlu Retno Marsudi yang langsung masuk ke dalam gedung, disusul oleh Alwi Shihab, Marty Natalegawa, hingga mantan Wamenlu Dino Patti Djalal. Kedatangan mereka disambut hangat sebagai narasumber ahli bagi pemerintah.
Baca Juga : Cegah Korupsi, Gus Ipul Usul Pengadaan Barang dan Jasa Program Sekolah Rakyat Dialihkan ke Lembaga Lain
Wakil Menteri Luar Negeri saat ini, Arrmanatha Nasir, menjelaskan bahwa Presiden memang ingin mendengar langsung pandangan dari para senior dan pengamat terkait kondisi global.
“Bapak Presiden hari ini menerima para Menlu, wakil Menlu, juga mantan Menlu, wakil Menlu, serta para think tank untuk berdiskusi,” kata Arrmanatha di lokasi acara.
Baca Juga : Usai 5 Jam Bertemu Putin di Kremlin, Prabowo Lanjut ke Paris Temui Macron
Marty Natalegawa sendiri mengaku belum tahu persis apa saja yang akan dibicarakan secara detail di dalam. Ia menyebut kedatangannya adalah untuk memenuhi undangan resmi dari Presiden.
Baca Juga : DPR Sambut Gencatan Senjata AS–Iran, Dorong Pemerintah Wujudkan Perdamaian Permanen
“Saya tidak tahu, sama dengan Anda-Anda. Saya hanya memenuhi undangan,” ujarnya dengan ramah kepada wartawan, seperti dilansir RMOL.
Sementara itu, Dino Patti Djalal memberikan sedikit bocoran. Menurutnya, surat undangan yang ia terima menyebutkan bahwa diskusi akan fokus pada arah politik luar negeri Indonesia, termasuk isu Palestina yang selalu menjadi perhatian bangsa.
Baca Juga : Usulan Windfall Tax Batu Bara dan Nikel Dinilai Perkuat Fiskal Negara
“Undangan untuk datang, dan dalam suratnya disampaikan mengenai politik luar negeri, arah politik luar negeri, including Palestina,” ungkap Dino.
Baca Juga : Waspada Dampak Perang Timur Tengah, DPR Dorong Pemerintah Amankan Harga Pangan dan Serap Hasil Petani
Sambil bercanda, Dino juga mengungkapkan perasaannya kembali ke tempat kerjanya dulu, “Saya nanti saja. By the way, I miss this place (Ngomong-ngomong, saya rindu tempat ini),” tutupnya.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
