Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kurir Ditangkap di Loket ALS, Polres Madina Gagalkan 5.3 Kg Ganja ke Jakarta

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Reza
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ist/tangkapan layar

Nusantaraterkini.co, MADINA - Satuan Reserse Narkoba Polres Mandailing Natal (Madina) mengamankan satu orang kurir narkoba jenis daun ganja kering siap edar di loket bus Antar Lintas Sumatera (ALS), jalan lingkar timur, Kelurahan Pidoli Dolok, Kecamatan Panyabungan, Senin (2/12/2024).

Kurir ganja itu berinisial PH (22), warga Kelurahan Kotasiantar, Kecamatan Panyabungan dan barang bukti 5,3 Kilogram (Kg) daun ganja dibungkus lakban lima paket di dalam kardus berhasil disita di loket bus tersebut.

Baca Juga : Kurir 52 Kg Ganja Antar Provinsi Dibekuk Polisi

Baca Juga : Dua Orang Pria di Medan Gasak Karung Berisikan Puluhan Paket Shopee Milik Kurir: Aksi Terekam CCTV

Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh, SH SIK mengatakan informasi adanya paket kiriman yang mencurigakan dari Kecamatan Panyabungan tujuan Kota Tangerang, Provinsi Banten diperoleh dari pihak jasa pengiriman bus ALS di Kelurahan Pidoli Dolok.

Arie Paloh menerangkan, paket tersebut ditulis berisi bandrek (serbuk minuman herbal) dengan alamat Kota Tangerang. Namun, pihak loket merasa curiga dan membuka isi paket yang dibawa oleh tersangka PH.

Baca Juga : Aktor Utama Ladang Ganja 20 Hektar Ditangkap, Polisi Beberkan Modus Pelaku

"Tersangka mengantar paket tanggal 29 November ke loket bus ALS, kemudian tanggal 2 Desember PH datang untuk mengkonfirmasi pihak loket kenapa paket belum sampai ke tujuan. Saat itu langsung kita lakukan penangkapan," kata Kapolres Madina, Kamis (5/12/2024) dalam pres release di Mapolres Madina.

Baca Juga : Modus Tangki Triton Modifikasi, Polda Sumut Gagalkan Peredaran 72 Kg Sabu dan Ratusan Kilo Ganja

Alumni Akademi Kepolisian Tahun 2005 ini menyebut, PH sudah kedua kalinya melakukan pengiriman daun ganja ke Kota Tangerang. PH diberikan upah oleh pemilik ganja berinisial JN, warga Sirangkap Kecamatan Panyabungan Timur Rp180 ribu di luar ongkos kirim.

"Pengiriman pertama yang dilakukan PH tanggal 26 November 2024 lolos dari pengawasan kepolisian dan pihak loket. Setiap pengiriman pemilik ganja beri Rp400 ribu sudah dengan biaya ongkos kirim. Total upah yang diterima dalam satu kali pengiriman Rp180 ribu," ungkapnya.

Baca Juga : Kecelakaan Bus Halmahera, Perusahaan Masih Mendata Para Korban

Arie Paloh mengimbau masyarakat untuk tidak bermain-main dengan narkoba. Polres Madina bakal tindak tegas siapa pun yang terlibat dalam peredaran gelap dan pemakaian narkoba.

Baca Juga : Tuntut Gaji Pegawai PDAM Mual Nauli Dibayar, Ribu Simatupang Lakukan Aksi Tunggal Di Kantor Bupati Tapteng 

"Berulang kali saya ingatkan agar narkoba ini dijauhi. Ingat bagi siapa saja yang terlibat akan kami sikat. Narkoba merusak generasi penerus bangsa ini," tegasnya.

Atas perbuatannya, PH (22) dipersangkakan pasal 114 subs ayat 2 pasal 112 Ayat 2 UU Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

(mra/nusantaraterkini.co)