Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ledakan Bom Guncang Masjid di Homs, 8 Jemaah Alawi Tewas Saat Salat

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Suasana bagian dalam masjid yang mengalami ledakan di Homs, Suriah, pada (26/12/2025). (Foto: REUTERS/Ali Ahmed al-Najjar)

Nusantaraterkini.co, SURIAH – Sebuah ledakan bom mengguncang Masjid Ali bin Abi Talib di Kota Homs, Suriah, saat pelaksanaan salat Jumat, Jumat (26/12/2025). Serangan itu menewaskan sedikitnya delapan jemaah dan melukai 18 orang lainnya.

Wilayah tempat masjid tersebut berada diketahui mayoritas dihuni oleh pengikut aliran Alawi. Ledakan terjadi ketika jemaah tengah melaksanakan ibadah, memicu kepanikan dan kerusakan di sekitar lokasi.

Kelompok ekstrem Saraya Ansar al-Sunna mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Melalui saluran Telegram, mereka menyebut pejuangnya telah menanam dan meledakkan bahan peledak di dalam masjid. Pernyataan itu dikutip kantor berita AFP, Sabtu (27/12/2025)

Baca Juga : Ditopang 451.700 Perusahaan, Perkembangan Industri Robotika China Kian Melesat

Saraya Ansar al-Sunna merupakan kelompok bersenjata yang muncul setelah runtuhnya rezim Bashar al-Assad pada tahun lalu. Kelompok ini dikenal sering melancarkan aksi teror terhadap rumah ibadah di berbagai wilayah Suriah.

Pada Juni lalu, kelompok tersebut juga mengklaim terlibat dalam serangan bom terhadap sebuah gereja. Namun kala itu, kelompok teroris ISIS turut mengeluarkan klaim serupa atas serangan tersebut.

Kementerian Kesehatan Suriah membenarkan jumlah korban dalam insiden di Homs, sebagaimana disampaikan kepada kantor berita resmi SANA. Sementara itu, seorang pejabat keamanan Suriah mengungkapkan bahwa bahan peledak sengaja ditanam di dalam masjid sebelum diledakkan.

Baca Juga : Bahas Geopolitik di Kremlin, Prabowo Apresiasi Dukungan Putin untuk Indonesia di BRICS

Kementerian Dalam Negeri Suriah memastikan proses penyelidikan telah dimulai. Aparat keamanan berjanji akan mengusut tuntas pelaku dan jaringan yang terlibat dalam serangan mematikan tersebut.

(Dra/nusantaraterkini.co)