Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR Sartono Hutomo mengaku prihatin atas kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018-2023. Sartono pun mendesak kasus tersebut dapat diusut tuntas dan transparan.
“Kami prihatin terhadap kasus korupsi yang saat ini terjadi di Pertamina, harus diusut sampai tuntas dan transparan dengan hukuman yang tegas dan membuat efek jera,” kata Sartono, Sabtu (1/3/2025)
Lebih lanjut Sartono menekankan, adanya pembenahan sistem dan pengawasan control di internal perusahaan pelat merah usai mencuatnya kasus dugaan korupsi tersebut.
“Menurut Kejaksaan Agung (Kejagung) praktek korupsi ini telah terjadi sejak 2018, artinya pengawasan di dalam sangat lemah, mudah kecolongan. Ini menjadi acuan bersama untuk segera membenahi sistem dan pengawasan control di dalam,” ujarnya.
Baca Juga: Kejagung Sebut Kerugian Kasus Minyak di Tahun 2023 Capai Rp 193 T
Tak hanya itu, Sartono juga mendorong, semua perusahaan pelat merah untuk melakukan bersih-bersih dari praktek korupsi. Hal ini, tegas Sartono, sesuai instruksi dan komitmen Presiden Prabowo dalam pemberantasan korupsi harus menjadi pilar utama.
Baca Juga: Mega Skandal Korupsi Pertamina Dinilai Sangat Merugikan Masyarakat
“Harus dilakukan dengan integritas yang tinggi dan juga konsistensi pentingnya pemberantasan korupsi hingga ke akar-akarnya, lantaran tindakan koruptif telah menyebabkan ketidakmajuan bangsa Indonesia,” terang legislator dapil Jatim ini.
Anggota Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI ini juga menegaskan, tindakan dan prilaku koruptif telah menyebabkan ketidakadilan bagi masyarakat Indonesia selama ini.
“Tindakan dan prilaku koruptif telah menyebabkan ketidakadilan bagi masyarakat Indonesia selama ini,” pungkasnya.
(cw1/Nusantaraterkini.co)
