Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Libur Sekolah Berakhir, 10 Ribu Lebih Penumpang Padati Stasiun KA di Sumatera Utara

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Potret penumpang saat turun dari kereta api. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Arus balik pelanggan kereta api di wilayah Sumatera Utara (Sumut) mencapai puncaknya pada, Minggu (29/3/2026), yang bertepatan dengan hari terakhir masa libur sekolah pascalebaran 2026.

Pantauan di sejumlah stasiun menunjukkan kepadatan penumpang yang didominasi oleh rombongan keluarga.

Baca Juga : 1.578 Petugas KAI Sumut Kantongi Sertifikat Kompetensi, Jamin Keselamatan Operasional

Plt Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo menyampaikan, hingga pukul 09.00 WIB, tercatat sebanyak 10.484 tiket telah ludes terjual untuk berbagai rute perjalanan di wilayah Sumut.

Baca Juga : Tekan Angka Kecelakaan, KAI Sumut Targetkan Penertiban 172 Perlintasan Sebidang hingga Akhir 2026

"Berdasarkan pantauan di Stasiun Medan, pergerakan penumpang yang naik dan turun hari ini didominasi oleh keluarga yang membawa anak-anak mereka. Hari terakhir libur sekolah ini dimanfaatkan para keluarga untuk kembali ke domisili asal agar besok anak-anak sudah siap kembali beraktivitas di sekolah," ujarnya.

Selama 19 hari masa Angkutan Lebaran 2026, terhitung sejak 11 Maret hingga hari ini, 29 Maret, KAI Divre I Sumut telah melayani total 190.816 pelanggan. Angka ini menunjukkan tren positif dengan peningkatan sebesar 2 persen dibandingkan periode yang sama pada Lebaran 2025 yang melayani 187.179 penumpang.

Baca Juga : Tak Tahu Malu, Pengendara Masih Gunakan Trotoar untuk Jalur Alternatif di Stasiun Medan

Anwar menilai, tren kenaikan ini mencerminkan tingkat kepercayaan publik yang semakin tinggi terhadap moda transportasi rel.

Baca Juga : Hari Kartini, KAI Sumut Hadirkan Nuansa Adat dan Layanan Ramah Perempuan

"Animo pelanggan kereta api di Sumatera Utara terus tumbuh. Hal ini menjadi bukti semakin sadarnya masyarakat untuk menggunakan sarana transportasi umum guna bepergian antarkota di dalam provinsi," imbuhnya.

Data KAI menunjukkan perbedaan signifikan antara arus mudik dan arus balik. Pada masa arus balik, yaitu pada Lebaran kedua atau 22 Maret hingga H+7 atau 29 Maret, rata-rata penumpang mencapai 11.834 orang per hari.

Baca Juga : Rest Area HKA Titik Singgah Strategis Kelancaran Arus Balik Menuju Pelabuhan Bakauheni

Sementara itu, pada arus mudik yang terjadi sejak H-10 atau 11 Maret hingga Lebaran pertama atau 21 Maret, rata-rata harian berada di angka 8.740 penumpang.

Baca Juga : Urai Macet Arus Balik Lebaran 2026, Polda Sumsel Terapkan Delay System bagi Kendaraan Barang

"Jika melihat data pada masa Angkutan Lebaran sebelumnya, polanya memang demikian. Data ini menunjukkan bahwa kereta api di Sumatera Utara saat Lebaran bukan hanya digunakan sebagai sarana mudik, tetapi juga transportasi pilihan untuk berwisata atau bersilaturahmi karena waktu perjalanan yang jauh lebih efisien," jelasnya.

Pilihan masyarakat untuk beralih menggunakan kereta api merupakan langkah konkret dalam mendukung program pemerintah terkait efisiensi energi.

Di tengah kondisi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sedang mengalami kenaikan, penggunaan transportasi massal seperti kereta api menjadi solusi cerdas bagi masyarakat untuk menekan biaya perjalanan sekaligus membantu mengurangi beban konsumsi energi nasional secara kolektif.

Anwar menegaskan komitmen KAI dalam memastikan keamanan dan kenyamanan setiap individu yang menggunakan jasa kereta api.

"KAI Divre I Sumatera Utara terus berupaya memberikan perjalanan yang efisien, bebas macet, dan nyaman agar masyarakat dapat tiba di rumah dengan kondisi prima. KAI bangga bisa menjadi bagian dari cerita perjalanan liburan dan berkomitmen untuk terus melayani sepenuh hati demi kenyamanan setiap pelanggan," tutupnya.

(zie/nusantaraterkini.co)