Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Medan di Persimpangan 'Menavigasi Urbanisasi dan Politik'

Editor :  Fadli Tara
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Podcast bersama Sohibul Anshor Siregar (Sumber foto: Feriansyah Nasution/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, Medan - sebagai salah satu kota besar di Indonesia, memiliki prospek masa depan yang menjanjikan, namun tidak terlepas dari tantangan yang dihadapinya. 

Dalam wawancara dengan Sohibul Anshor Siregar, seorang pengamat politik dan sosial, terungkap bahwa meskipun kondisi urbanisasi di Medan saat ini mengalami banyak masalah, seperti kemiskinan di pedesaan dan politik uang yang merajalela, ada harapan untuk perbaikan ke depan.

Baca Juga : Potensi Kotak Kosong di Pilkada Sumut dan Pilbup Deliserdang

Sohibul menyoroti bahwa pemilu yang berlangsung terus-menerus tanpa adanya perubahan yang signifikan akan menghambat kemajuan kota. 

Baca Juga : Kecelakaan Bus Halmahera, Perusahaan Masih Mendata Para Korban

"Pemilu yang begitu-begitu saja tidak akan membuat kita naik kelas. Urbanisasi kota ini menderita pedesaan yang luar biasa buruknya," ujarnya.

 Menurutnya, tantangan birokrasi dan peluang digital merupakan faktor kunci dalam menarik investasi dan memperbaiki kondisi masyarakat.

Baca Juga : Tuntut Gaji Pegawai PDAM Mual Nauli Dibayar, Ribu Simatupang Lakukan Aksi Tunggal Di Kantor Bupati Tapteng 

Dalam konteks pemilihan kepala daerah (Pilkada), Sohibul optimis bahwa dengan kepemimpinan yang tepat, Medan dapat kembali direncanakan dengan baik.

Baca Juga : Chord Lagu Jangan Paksa Rindu Chords by Ifan Seventeen

 "Medan pernah direncanakan secara baik dan secara perencanaan unggul secara dunia. Optimis akan menjadi unggul tergantung siapa yang memimpin," katanya.

Sohibul juga menyoroti stigma negatif yang melekat pada Medan, yang membuat konsep "Gotham City" muncul sebagai harapan baru. Istilah ini, yang disatirkan oleh netizen, merepresentasikan harapan untuk perbaikan infrastruktur dan kualitas hidup masyarakat. 

Baca Juga : Daftar 10 Lagu Teratas di Spotify Indonesia Weekly Chart

"Siapa yang menjadi pemenang yang akan unggul di kota Medan? Kepemimpinan yang tepat sangat dibutuhkan," imbuhnya.

Tantangan yang dihadapi Medan tidak hanya berasal dari dalam, tetapi juga dari luar. Sohibul menyebutkan bahwa pemilu 2024 diprediksi akan menjadi yang paling brutal, diwarnai oleh praktik politik uang yang semakin meresahkan. 

"Money politics bisa dihentikan oleh masyarakat. Rakyat harus berani menolak tawaran uang untuk memilih," tegasnya.

Dalam konteks pendidikan politik, Sohibul menilai bahwa kesenjangan antara pendidikan politik dan kinerja para calon sangat mencolok. Ia berharap masyarakat dapat lebih cerdas dalam memilih pemimpin yang benar-benar memahami dan peduli pada kebutuhan mereka.

Di akhir wawancara, Sohibul menekankan pentingnya keberanian dan integritas dalam politik untuk menciptakan Medan yang lebih baik.

 "Kita harus bisa mengontrol apa yang terjadi. Jika kita tidak menghentikan money politics, kita akan terus terjebak dalam lingkaran yang sama," pungkasnya.

Dengan harapan yang diletakkan pada kepemimpinan yang berkualitas dan partisipasi aktif masyarakat, Medan memiliki potensi untuk menjadi kota yang lebih baik di masa depan, sesuai dengan impian dan aspirasi warganya. 

(Cw9/Nusantaraterkini.co)