Nusantaraterkini.co, TAPTENG – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja ke Tapanuli Tengah (Tapteng) sekaligus groundbreaking pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana alam.
Prosesi peletakan batu pertama berlangsung di kawasan Asrama Haji Pinangsori, Kabupaten Tapteng, Minggu (21/12/2025), menandai dimulainya pembangunan 118 unit hunian layak bagi masyarakat korban bencana.
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk komitmen nyata negara dalam memastikan warga terdampak memiliki tempat tinggal yang aman dan manusiawi. Pembangunan dilakukan melalui kolaborasi dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Baca Juga : 2.182 PPPK di Lingkungan Pemkab Sergai Resmi Dilantik, Ini Pesan Bupati
“Hari ini kita bergerak cepat. Presiden memerintahkan seluruh kementerian untuk bersinergi membantu rakyat. Yang dibangun ini bukan hunian sementara, tetapi hunian tetap yang layak dan bermartabat,” ujar Maruarar.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan bahwa negara tidak akan membiarkan masyarakat menghadapi dampak bencana sendirian. Ia menyebutkan pemerintah telah menyiapkan anggaran bantuan sesuai tingkat kerusakan rumah warga.
“Untuk rumah rusak ringan dialokasikan sekitar Rp20 juta, rusak sedang Rp40 juta. Anggarannya sudah tersedia, tinggal melengkapi data agar penyalurannya bisa segera dilakukan,” jelas Tito.
Baca Juga : Pemprov Sumut Percepat Sertifikasi 772 Persil Tanah dan Optimalisasi 113 Aset Idle
Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, SH, MH, menyambut baik kunjungan kerja kedua menteri tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan lintas kementerian, termasuk Kementerian Agama yang telah menghibahkan lahan seluas 1,3 hektare di kawasan Asrama Haji Pinangsori untuk pembangunan hunian tetap.
“Ini bukti nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam membantu masyarakat kami bangkit dari bencana,” kata Masinton.
Melalui pembangunan hunian tetap ini, diharapkan warga terdampak dapat segera menata kembali kehidupan mereka. Tapanuli Tengah pun optimistis bangkit dan melangkah menuju masa depan yang lebih baik.
Baca Juga : Ekspor Karet Alam Sumut Tergerus Selama 6 Tahun Terakhir, Gapkindo Beberkan Penyebabnya
(Dra/nusantaraterkini.co)
