Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengingatkan semua pihak untuk bersiap diri untuk menyambut bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia pada tahun 2045.
Merespon hal tersebut, Anggota Komisi IX DPR Nurhadi mengatakan pada tahun 2024, pemerintah menargetkan penurunan stunting menjadi 14%.
Baca Juga : DPR Ingatkan Danantara Tak Sekadar Kelola Aset, Tapi Ciptakan Lapangan Kerja Nyata
"Sepertinya target itu yang diharapkan jadi legacy pemerintahan Jokowi - KH Ma'ruf Amin di akhir masa jabatannya," kata Nurhadi kepada Nusantaraterkini.co, Jumat (3/5/2024).
Baca Juga : Banyak Pekerja RI Masih Lulusan SD, DPR Soroti Kegagalan Negara Bangun SDM
Ia melanjutkan, realitanya, pada tahun 2023 prevalensi stunting nasional hanya turun tipis 0,1% dari 21,6% menjadi 21,5%.
"Artinya jauh panggang dari api," ujarnya.
Baca Juga : Bantu Kader PKK, TP-PKK Sumut Kembangkan Aplikasi Pelaopran Data Terintegrasi
Disisi lain, Nurhadi menjelaskan, masalah kesehatan masyarakat menurut WHO dianggap buruk jika prevalensi stunting masih lebih dari 20 persen. Artinya, tahun 2023 masalah stunting di Indonesia secara nasional bisa dibilang kronis.
Baca Juga : Prabowo: Program Makan Bergizi Gratis Kini Jangkau 60 Juta Rakyat Indonesia
Namun demikian, secara kedaerahan di Indonesia sudah banyak daerah yang tingkat prevalensi stunting dibawah angka 20% bahkan dibawah 10%.
"Oleh karenanya penting kiranya Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) melakukan intervensi spesifik dan sensitif kepada daerah yang prevalensi stunting nya masih tergolong tinggi," terangnya.
Baca Juga : Sartono Hutomo Salurkan Bantuan Infrastruktur dan Dukung Penguatan UMKM
Lebih lanjut Nurhadi menilai, penurunan stunting nampaknya harus dilakukan upaya yang lebih keras lagi dari semua pihak menuju target nasional 14% pada tahun 2024 dan juga dalam menghadapi bonus demografi tahun 2045.
Baca Juga : DPR Soroti Permintaan Footage Gratis dari Kreator, Nilai Tak Etis dan Bebani Sineas
Bonus demografi yang diperkirakan penduduk Indonesia mencapai 70% usia produktif akan menjadi berkah bila diserap oleh pasar kerja dengan baik. Sebaliknya, bonus demografi akan menjadi musibah jika usia produktif tidak bisa terserap oleh pasar kerja.
"Artinya pengangguran akan bertambah dan kemiskinan meningkat yang tentunya menghambat untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju," tegasnya.
Nurhadi berharap, ketika 2045 tiba, 1 abad kemerdekaan Indonesia, Indonesia Emas bisa diwujudkan. Di antara strateginya, yaitu tidak ada lagi kasus stunting yang dapat menurunkan kapasitas intelektual anak dan daya saing SDM Indonesia.
Diketahui, Ma'ruf Amin mengingatkan, dalam menyongsong bonus demografi dibutuhkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), maka angka stunting harus diturunkan.
Ma'ruf meminta hal ini dijadikan perhatian serius. Sebab, tutur dia, pada tahun tersebut usia produktif mencapai 70 persen dari total populasi.
"Dengan jumlah penduduk usia produktif diproyeksikan mendekati 70 persen dari total populasi, bisa dikatakan bahwa modal besar menuju Indonesia Emas 2045 sebetulnya sudah kita kantongi," ujar Ma'ruf.
(cw1/nusantaraterkini.co)
