Nusantaraterkini.co - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menolak rencana kesepakatan damai terbaru di Gaza, Palestina.
Ia menegaskan tak akan menerima persyaratan yang diajukan Hamas untuk mengakhiri perang dan membebaskan sandera, termasuk penarikan total Israel dan membiarkan Hamas berkuasa di Gaza.
"Sebagai imbalan atas pembebasan sandera kami, Hamas menuntut diakhirinya perang, penarikan pasukan kami dari Gaza, pembebasan semua pembunuh dan pemerkosa ... Dan membiarkan Hamas tetap utuh," klaim Netanyahu dalam sebuah pernyataan pada Minggu (21/1).
"Saya langsung menolak syarat penyerahan monster Hamas," katanya seperti dikutip Reuters.
Pejabat senior Hamas, Sami Abu Zuhri mengatakan bahwa penolakan Netanyahu untuk mengakhiri serangan militer di Gaza mengartikan tidak ada peluang bagi kembalinya para tawanan Israel.
Berdasarkan kesepakatan yang ditengahi oleh Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat (AS) pada akhir November 2023, 100 lebih dari sekitar 240 sandera akan dibebaskan dengan imbalan pembebasan 240 warga Palestina yang ditahan di penjara Israel.
Baca Juga : Turki Keluarkan Perintah Penangkapan untuk 37 Pemimpin Israel terkait Gaza
Sejak perjanjian itu berakhir, Netanyahu menghadapi tekanan yang semakin besar untuk menjamin pembebasan 136 sandera yang masih disandera.
Sementara itu, Forum Keluarga Sandera dan Orang Hilang Israel semakin menuntut Netanyahu.
"Kita harus memajukan kesepakatan sekarang," kata forum tersebut.
Baca Juga : Militer Israel Klaim Tewaskan Komandan Pasukan Radwan Hizbullah Malek Balout di Beirut
"Jika perdana menteri memutuskan untuk mengorbankan para sandera, dia harus menunjukkan kepemimpinannya dan secara jujur menyatakan posisinya kepada masyarakat Israel," ujar forum itu lagi.
Sebelumnya, kerabat para sandera yang melakukan protes di luar kediaman Netanyahu menuntut tindakan atas pemimpinnya tersebut. Netanyahu juga disebut telah membuat AS dan Inggris kecewa karena menolak solusi dua negara, yang akan mewujudkan pendirian negara Palestina.
(Ann/Nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Diplomasi Memanas, Menlu Iran Temui Putin Bahas Gencatan Senjata dengan AS dan Israel
