nusantaraterkini.co, JAKARTA - Penangkapan Immanuel Ebenezer (Noel) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lewat operasi tangkap tangan (OTT) menjadi sorotan besar.
Pasalnya, Noel tercatat sebagai pejabat pertama di Kabinet Merah Putih pemerintahan Prabowo Subianto dan kader Partai Gerindra yang terseret kasus dugaan korupsi
Kasus Noel tak hanya jadi urusan hukum, tetapi juga menjadi pukulan politik bagi Kabinet Merah Putih dan Gerindra.
Baca Juga : Bawa Kabur Mobil Warga, Mantan Anggota Polri Diringkus Polres Muara Enim
Pengamat Politik Fernando Emas mengatakan, seharusnya komitmen Prabowo tersebut didukung oleh semua para pembantunya yang ada di pemerintahan terutama dari kalangan Partai Gerindra.
Apalagi, Prabowo baru beberapa hari lalu dihadapan para anggota dewan dalam sidang tahunan menyatakan keseriusannya melawan korupsi yang ada di pemerintahan tanpa memberikan perlakuan khusus terhadap kadernya di Partai Gerindra.
"Seharusnya para kader Partai Gerindra menjadi garda terdepan mendukung program dan agenda Prabowo bukan malah sebaliknya. Penangkapan Immanuel Ebenezer atau yang biasa dipanggil Noel oleh KPK sudah memberikan penilaian yang tidak baik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto," kata Fernand, Jumat (22/8/2025).
Baca Juga : Gerebek Gudang Ilegal di Musi Rawas, Polda Sumsel Amankan 12 Pelaku
Ia menilai, OTT Noel oleh KPK sudah mencoreng muka pemerintahan Pemerintahan Prabowo dan Partai Gerindra.
"Karena itu, Prabowo segera pecat dari posisinya sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan dan kader Gerindra begitu KPK menetapkannya sebagai tersangka,".
Lebih lanjut Fernando menegaskan, seharusnya penangkapan salah satu pembantu di kabinet dan kadernya di Partai Gerindra membuat Prabowo mempercepat pembahasan dan pengesahan RUU Perampasan Aset.
"Saya berharap penangkapan Noel membuat Prabowo semakin mendorong Aparat Penegak Hukum (KPK, Kejaksaan dan Kepolisian) untuk semakin giat menjaga keuangan negara dan daerah dari para koruptor," tandasnya.
(cw1/nusantaraterkini.co)
