Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pascaserangan Udara Amerika di Yaman, PBB Khawatirkan Ancaman Balasan Houthi

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Foto yang diambil menggunakan kamera ponsel ini menunjukkan kepulan asap pascaserangan udara di Sanaa, Yaman, pada 15 Maret 2025. (Foto: Xinhua/Mohammed Mohammed)

Nusantaraterkini.co, PBBPerserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengaku khawatir terhadap ancaman Houthi yang berniat melanjutkan serangan ke kapal-kapal di Laut Merah pascaserangan Amerika Serikat (AS) terhadap Houthi di Yaman, ungkap seorang juru bicara (jubir) PBB pada Senin (17/3/2025).

"Kami tegaskan kembali kekhawatiran kami atas melancarkan sejumlah serangan terhadap wilayah-wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman oleh AS dalam beberapa hari terakhir.” kata Farhan Haq, wakil jubir Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Menurut Haq, Houthi melaporkan serangan udara AS telah menewaskan 53 orang, termasuk juga warga sipil, dan menyebabkan 101 orang lainnya luka-luka di Kota Sanaa serta kegubernuran Sa'ada dan Al Baydah. Serangan tersebut juga mengganggu pasokan listrik di daerah sekitar.

“PBB mengancam agar menahan diri dan menghentikan semua aktivitas militer,” katanya. “Setiap eskalasi tambahan dapat meredakan ketegangan regional, memicu siklus siklus yang dapat semakin mengganggu stabilitas Yaman dan kawasan tersebut serta menimbulkan risiko serius terhadap situasi kemanusiaan yang sudah mengerikan di negara itu.”

Baca Juga: Pakar Politik Yaman: Serangan Udara AS terhadap Houthi Contoh Intervensi Militer Washington di Timur Tengah

Jubir itu mengimbau semua pihak agar menghormati hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional. Dirinya juga meminta agar resolusi Dewan Keamanan terbaru terkait serangan Houthi terhadap kapal dagang dan komersial sepenuhnya dihormati.

“PBB tetap berkomitmen untuk melanjutkan upayanya mewujudkan deeskalasi yang lebih luas di Yaman serta keterlibatan berkelanjutan dengan para pemangku kepentingan Yaman, regional, dan internasional, demi penyelamatan penyelesaian konflik yang berkelanjutan dan damai, dan pada akhirnya masa depan yang lebih baik bagi rakyat Yaman,” tutur Haq.

Baca Juga: Usai Hamas Gaza, Hizbullah Lebanon, Kini Israel Serbu Houthi di Yaman

Dia juga mengatakan utusan khusus PBB untuk Yaman, Hans Grundberg, pada akhir pekan lalu melaporkan dirinya telah melakukan kontak erat dengan para pemangku kepentingan Yaman, regional, dan internasional.

“Dia menyerukan untuk menjaga diri dan mematuhi hukum humaniter internasional, dan mendorong agar diplomasi terfokus kembali untuk menghindari destabilisasi yang tidak terkendali di Yaman dan di kawasan tersebut,” kata Haq. "Kontak lebih lanjut dilakukan kantornya di berbagai tingkatan."

Lebih lanjut, Grundberg meminta dukungan dari masyarakat internasional agar upaya mediasi yang dipimpin PBB dapat membuahkan hasil yang nyata, terlepas dari kompleksitas dimensi situasi regional ini, termasuk situasi di Laut Merah.

(Zie/Nusantaraterkini.co)

Sumber: Xinhua