Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Di era globalisasi pemanfaatan media sosial dalam menyampaikan nilai-nilai yang dimiliki setiap koleksi museum adalah sebuah keniscayaan.
"Museum harus memiliki daya tarik, sekaligus daya ungkit sehingga koleksi-koleksi yang dimiliki museum bisa disukai oleh masyarakat luas," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, Jumat (6/12/2024).
Baca Juga : Inovasi Edukator Museum Negeri Medan, dari Barcode Koleksi Hingga Pemanfaatan AI
Menurut Lestari, pemanfaatan teknologi bisa dilakukan untuk pengembangan pengelolaan museum di era saat ini.
Baca Juga : Peresmian Museum Besar Mesir Ditunda Akibat Ketegangan Israel dan Iran
Rerie, sapaan akrab Lestari berpendapat di era globalisasi saat ini museum perlu ruang virtual yang interaktif agar mampu memikat para pengunjung museum.
Rerie, yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, berpendapat, museum tidak hanya harus menarik dengan berbagai koleksi dan narasi yang menyertainya.
Baca Juga : Firman Soebagyo Ingatkan Bahaya Buzzer dan Hoaks, Masyarakat Diminta Bijak Bermedia Sosial
Lebih dari itu, tambah dia, museum juga harus mampu menjadi pembawa pesan tentang masa lalu bangsa yang mengandung nilai-nilai luhur dan dapat dimaknai di masa kini.
Baca Juga : Pelaku Pencurian Velg Truk Ditangkap Polsek Medan Labuhan
Pemanfaatan media sosial di era saat ini, jelas Rerie, merupakan sebuah keniscayaan untuk menyebarluaskan pesan dan beragam makna yang terkandung dari setiap koleksi yang dimiliki museum.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap koleksi museum dengan beragam narasi yang ditampilkan pada media sosial dapat dinikmati dan dipahami setiap generasi sehingga mampu memupuk antara lain nilai-nilai nasionalisme, mendorong sikap toleransi, dan saling menghormati dalam keberagaman bagi setiap anak bangsa.
Baca Juga : Viral Toko Sparepart 2 Kali Dibobol Maling Dalam Sepekan, Polisi Belum Mampu Ciptakan Rasa Aman!
(cw1/Nusantaraterkini.co)
