Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal meminta pemerintah meningkatkan kesiagaan di tengah cuaca ekstrim yang terjadi di Indonesia belakangan ini.
Cucun juga mengingatkan pemerintah untuk segera memulihkan infrastruktur di lokasi-lokasi yang dilanda bencana.
Baca Juga : Parulian Dalimunthe Nahkodai PMI Pasaman 2026–2031, Usung Misi Sinergi Kemanusiaan
"Pemerintah harus membentuk tim cepat tanggap darurat untuk memperkuat operasi tanggap bencana di tengah cuaca ekstrem yang melanda Indonesia. Ini untuk memastikan keselamatan masyarakat dari risiko dampak bencana,” ujarnya, Selasa (17/12/2024).
Baca Juga : Delapan Pemda di Sumut Sepakat Bantu Dana Penanganan Dampak Bencana Aceh
“Tragedi banjir dan longsor yang terjadi di Indonesia belakangan ini juga harus membuat Pemerintah mempercepat langkah perbaikan-perbaikan infrastruktur agar kenyamanan masyarakat tidak semakin terganggu,” jelasnya.
Dia mendesak pemerintah agar segera menyalurkan bantuan kepada para korban bencana. Pasalnya, akses mobilitas bantuan kepada warga untuk bencana longsor sering kali terganggu.
Baca Juga : DPR Ingatkan Risiko Konversi LPG ke CNG, Infrastruktur dan Keselamatan Jadi Sorotan
"Maka Pemerintah harus betul-betul menjadikan pengungsi prioritas utama dalam setiap upaya penanganan bencana," tegasnya.
Baca Juga : KPK Periksa 7 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan di Sumut
Selain itu, politikus PKB ini mengingatkan agar penanganan bencana harus mengutamakan kepentingan masyarakat.
"Pemerintah harus dapat memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mengurangi dampak buruk dari bencana alam," tuturnya.
Baca Juga : Sartono Hutomo Salurkan Bantuan Infrastruktur dan Dukung Penguatan UMKM
Menurutnya, pembentukan dan penguatan tim tanggap darurat harus dilatih secara profesional untuk menangani korban. Seperti memberikan pertolongan cepat kepada masyarakat yang terdampak.
Baca Juga : DPR Soroti Permintaan Footage Gratis dari Kreator, Nilai Tak Etis dan Bebani Sineas
"Tim harus bisa memastikan semua kebutuhan pokok bagi korban bencana tetap disediakan seperti makanan, air bersih, obat-obatan, dan tempat penampungan sementara," terangnya.
Selain itu, dia menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi antar instansi guna memastikan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan badan penanggulangan bencana dalam menghadapi situasi darurat demi efektivitas penanganan bencana.
"Yang lebih penting juga Pemerintah perlu memastikan ketersediaan dana darurat yang dapat digunakan secara cepat dan transparan untuk penanganan bencana, sehingga masyarakat tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan bantuan," terang legislator dapil Jabar ini.
Pemerintah termasuk BNPB, BMKG, dan Basarnas diminta mengadopsi strategi mitigasi bencana yang berbasis data. Kemudian, optimalisasi rehabilitasi dan peningkatan infrastruktur yang tahan terhadap risiko bencana alam sebagai langkah jangka panjang.
Dia menilai, Indonesia membutuhkan perencanaan yang matang dalam menghadapi ancaman bencana alam.
“Pemerintah harus memastikan bahwa jalan, jembatan, dan saluran drainase dirancang untuk menahan curah hujan yang tinggi dan potensi longsor serta pemantauan dan pemeliharaan infrastruktur secara berkala,” katanya.
“Apalagi saat ini prediksi dari BMKG mengatakan cuaca ekstrem masih akan terjadi untuk beberapa waktu ke depan,” pungkasnya.
(cw1/Nusantaraterkini.co)
