Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pemko akan Cabut Segel Mall Centre Point, Sudah Terima BPHTB Rp 107 Miliar dari PT KAI, juga kerena Hal Ini

Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pj Sekda Kota Medan Topan Obaja Putra Ginting saat menjelaskan pembayaran BPHTB Rp 107 miliar, yang telah diterima dari PT KAI sebagai pemilik lahan yang di atasnya terdapat Mall Centre Point yang dikelola PT Arga Citra Kharisma.

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Pemko Medan menangguhkan pembongkaran bangunan Mall Centre Point yang berada di Jalan Jawa Medan. Penangguhan ini dilakukan setelah PT Kereta Api Indonesia (KAI) membayar tunggakan pajak sebesar Rp 107 miliar lebih kepada Pemko Medan.

Hal ini disampaikan Pj Sekda Kota Medan Topan Obaja Putra Ginting saat doorstop di Balai Kota Medan, Kamis (30/5/2024).

Dikatakannya, uang yang dibayarkan tersebut untuk membayar Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). 

Baca Juga : Semarakkan HUT Ke-79 Kemerdekaan RI di Medan, Camat Diminta Imbau Masyarakat Hiasi Kantor dan Rumah

"Sebenarnya ini adalah PT KAI yang membayarkan ke kas Pemko untuk BPHTB-nya sebesar Rp 107.356.891.000," kata Topan Ginting didampingi Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim Cikataru) Kota Medan Alexander Sinulingga. 

Pj Sekda selanjutnya menuturkan, Hak Pengelolaan (HPL) yang dimiliki oleh PT KAI sudah lama mati. Oleh karenanya untuk melakukan kerja sama, imbuhnya, maka harus dihidupkan kembali dan itu memang menjadi tanggung jawab PT KAI untuk proses penghidupan kembali HPL-nya.

"Maka di sana ada kewajiban BPHTB. Selanjutnya, nanti mereka berkontrak dengan PT ACK selaku pengelola Mall Centre Point. Kemudian, setelah berkontrak itu, mereka akan memohonkan peningkatan hak," terangnya.

Baca Juga : BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Jaminan Kematian dan Beasiswa kepada Ahli Waris Driver Maxride

Selanjutnya, Topan Ginting menyebut PT Arga Citra Kharisma (PT ACK) selaku pengelola Mall Centre Point telah menyurati Pemko Medan. Surat itu, jelasnya, berisi permohonan agar segel mal tersebut dibuka dan alat berat yang awalnya disiagakan di depan mal, agar ditarik.

"Karena kita sudah melihat ada niat baik dan ini sudah mereka bayarkan. Kita juga tadi berdiskusi dengan Pak Wali Kota (Bobby Nasution) bahwa dari sisi perekonomian di dalam karena ada tenant-tenant yang berjualan. Selain itu juga kita lihat bahwa banyak sekali di sana pekerja yang sudah selama dua minggu ini tidak bekerja, maka dengan alasan itu kita memberikan penangguhan untuk penghancuran gedung tersebut," jelasnya. 

Meski demikian, ungkap Topan Ginting, PT ACK berjanji akan melunasi tunggakan pajak tersebut dan akan dibayarkan pada 19 Juni 2024 mendatang.

Baca Juga : Toko Roti di Medan Nyaris Ludes Terbakar

"Bahwa untuk pembayaran selanjutnya dilaksanakan itu tanggal 19 Juni. Nanti BPHTB-nya akan mereka (PT ACK) bayarkan atas peningkatan hak ke HGB. BPHTB, karena itu yang menjadi utang mereka. Nanti perhitungannya sekitar seratusan miliar juga dan nanti pembayaran ketiga kita sepakati kembali, karena itu pembayaran PBG atau IMB," jelasnya. (fer/nusantaraterkini.co)