Nusantaraterkini.co - Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah mengusut kasus dugaan pemotongan anggaran konsumsi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Diketahui, anggaran konsumsi dari Rp15.000 dipotong menjadi Rp2.500 per orang.
"Memang itu ada insiden ke sana, tapi segera itu ditelusuri oleh pihak KPU. Kalau di daerah itu yang muncul kan di Sleman dan di daerah Banten. Itu memang nggak boleh sama sekali, kita nggak tolerir sama sekali," kata Komisioner KPU August Mellaz di Jakarta, Minggu, (28/1/2024).
Baca Juga : Urgensi Kepastian Waktu, KPU Ingatkan Dampak Revisi UU Pemilu terhadap Tahapan 2029
Mellaz mengatakan, pengadaan barang dan jasa anggaran konsumsi ini dilakukan lewat e-katalog. Ia mengaku kini KPU tengah mengusut pemotongan anggaran konsumsi KPPS tersebut.
"Kemudian kita sudah dapatkan kalau informasinya ya. Karena ini kan situasi yang anggarannya memang distribusinya ke satuan kerja di tingkat kabupaten/kota. Jadi menggunakan e-katalog kemudian dapat vendornya. Itu nanti pasti akan kita telusuri dan itu tidak bisa ditoleransi," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua KPU Sleman Ahmad Baehaqi menjelaskan mengenai petugas KPPS di Sleman yang mengeluhkan konsumsi saat pelantikan. Konsumsi tersebut awalnya dianggarkan Rp15.000 per orang.
Baca Juga : Sekjen dan 5 Komisioner KPU Disanksi Peringatan Keras terkait Private Jet
"Anggaran konsumsi per calon anggota KPPS dalam pelantikan adalah Rp15.000 bersih sudah dipotong pajak, tetapi penyajiannya yang diakui vendor adalah Rp2.500," ujar Baehaqi.
Baehaqi menjelaskan, penyediaan konsumsi dilakukan melalui pihak ketiga atau vendor yang terdaftar dalam e-katalog.
Namun pada praktiknya, pihak vendor ternyata disubkan lagi pengadaannya tanpa sepengetahuan KPU Sleman.
Baca Juga : Empat Proyek Revitalisasi Pasar di Balikpapan Gagal karena Pemotongan Anggaran
"Pihak vendor beralasan, kalau tidak disubkan, tidak mampu melayani calon anggota KPPS yang terlantik sebanyak 24.199 orang. Sehingga, yang tersaji tidak pantas," katanya.
(Ann/Nusantaraterkini.co)
