Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pemprov Sumut Pastikan Stok dan Harga Pangan Stabil Hadapi Idul Fitri 1445 H

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Ham
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pedagang pangan di Kota Medan. (Foto: Ilham Al Banjari).
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memastikan stok ketersediaan dan harga pangan stabil untuk menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1445 Hijriah/2024 Masehi.
"Stok kebutuhan pokok cukup. Sejumlah harga kebutuhan pokok pun normal, belum ada kenaikan," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral Sumut Mulyadi Simatupang, Selasa (2/4/2024).
Mulyadi mengatakan pihaknya juga telah memeriksa pasar tradisional untuk memastikan stok ketersediaan pangan. Seperti beras, minyak goreng, daging ayam, daging sapi hingga bawang merah.
Ia menyebut sejauh ini pihaknya mencatat kenaikan harga terjadi pada komoditas bawang merah. Dia mengatakan kenaikan ini terjadi karena distribusi bawang merah dari daerah lain tidak masuk ke Sumut.
"Harga bawang merah yang naik, disebabkan distribusi dari daerah lain tidak masuk. Hal ini disebabkan banjir dan lainnya. Kita imbau kepada masyarakat tidak usah khawatir dan tergesa-gesa. Isu-isu ketersediaan pasokan kebutuhan pokok kurang itu tidak benar,” ujarnya.
Ia juga mengimbau agar para pedagang tidak menaikan harga terlalu tinggi. Menurutnya, stok ketersediaan dan harga pangan di Sumut masih relatif stabil.
“Untuk itu kami mengimbau kepada pedagang, silakan berjualan, kami tidak melarang orang mencari rezeki. Namun kami berharap antara produsen dan konsumen tetap sama-sama diuntungkan. Tadi kami berpesan kepada pedagang agar tidak menaikkan harga terlalu tinggi, dan mereka menyanggupi. Yang dikeluhkan dari para pedagang rata-rata pembeli masih sepi. Untuk beras-beras lokal tadi sudah mulai membanjir," terangnya.
Pihaknya juga menjadwalkan akan melakukan sidak ke penggilingan padi dan distributor minyak goreng. Sidak ini bertujuan untuk mengetahui sumber kenaikan harga kebutuhan pokok dari sektor lain.
Mulyadi mengingatkan agar seluruh pihak terkait tidak melakukan penimbunan terhadap pasokan kebutuhan pokok.
“Kita juga berkoordinasi dengan PD Pasar Medan dalam upaya menstabilkan sejumlah harga kebutuhan pokok, seperti beras dan minyak goreng dengan menggelar pasar murah,” pungkasnya.