Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pesan Menag terkait Perbedaan Awal Ramadhan

Editor :  Annisa
Reporter :  Shakira
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Foto: terasjakarta.id)

Nusantaraterkini.co - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengimbau masyarakat untuk saling menghargai perbedaan penentuan awal bulan Ramadhan 1445 Hijriah. Dia mengatakan, wajar jika setiap individu berbeda pendapat dalam menentukan kapan akan memulai awal puasa.

"Ada beberapa perbedaan dan itu lumrah, mari kita tetap saling menghormati dan menjunjung tinggi toleransi beragama di Indonesia," kata Yaqut dalam konferensi pers pengumuman hasil sidang isbat, Minggu (10/3/2024).

Sebelumnya, sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama dan dihadiri oleh perwakilan berbagai lembaga, serta organisasi Islam menyimpulkan bahwa hilal yang menandakan awal bulan baru belum terlihat. Pemantauan hilal ini dilakukan di 134 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, Kementerian Agama memutuskan bahwa 1 Ramadhan 1445 Hijriah atau hari pertama puasa jatuh pada 12 Maret 2024.

Baca Juga : Suka Makan Gorengan Tiap Saat Berbuka Puasa? Waspadai Efeknya

Diketahui, banyak organisasi Islam yang berbeda pendapat terkait penentuan hari pertama Ramadhan. Salah satunya adalah Muhammadiyah yang menetapkan 1 Ramadhan 1445 Hijriah jatuh pada Senin, 11 Maret 2023.

Ketua Komisi 8 DPR RI Ashabul Kahfi yang juga hadir dalam sidang isbat meminta masyarakat untuk saling menghormati terhadap perbedaan penentuan awal puasa ini. Dia mengatakan perbedaan itu sebenarnya menunjukkan kayanya pemahaman masyarakat Indonesia dalam ilmu falak dan metode hisab.

"Mari kita menghargai keragaman dan perbedaan dalam menentukan awal Ramadhan yang ada di tengah masyarakat," kata dia.

Baca Juga : Puasa Tapi Tak Sahur? Boleh sih Tapi Ketahui Hukumnya

(Ann/Nusantaraterkini.co)
Sumber: CNBCIndonesia.com