Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Petugas Kloter 09 KNO Visitasi Kesehatan Jemaah Haji lewat Pendekatan Medis dan Spiritual

Reporter :  Bagus Kurniawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Tim Kesehatan, Pembimbing Ibadah dan Ketua Kloter senantiasa bersama-sama mengunjungi dan memeriksa kesehatan para jemaah Kloter 09 KNO. (Foto: Humas Embarkasi Medan)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Konsep visitasi kesehatan jemaah di Kloter 9 KNO bukan saja dilakukan hanya menggunakan pendekatan medis tetapi juga spiritual. 

Hal ini disampaikan Ketua Kloter 9 KNO, M. Lukman Hakim Hasibuan lewat Humas PPIH Embarkasi Medan melalui pesan WhatsApp, Senin (26/5/2025). 

Lukman mengatakan, saat visitasi ke kamar jemaah maka tim kesehatan, pembimbing ibadah dan ketua kloter senantiasa bersama-sama mengunjungi dan memeriksa keluhan mereka dari hari ke hari. 

Baca Juga : Petugas Kloter 09 KNO Koordinasi ke Sektor 7 Perihal Kartu Nusuk

"Kelengkapan petugas yang datang mengunjungi jemaah menurut hemat kami efektif memperkuat silaturahim sehingga jemaah merasakan kedekatan emosional dalam bentuk perhatian dan kasih sayang yang dapat menjadi terapi hati tersendiri,” ucapnya.

Sementara Tim Pembimbing Ibadah Al Ustaz Sori Monang An-Nadwi Rangkuti mengatakan, dalam perspektif sufistik, penyakit yang paling berbahaya dalam kehidupan adalah penyakit mental (hati) sebab penyakit fisik bisa dirasakan diri sendiri tetapi penyakit hati hanya bisa dirasakan oleh orang lain. Itulah penyakit yang paling berbahaya dalam kehidupan manusia.

"Penyakit hati inilah yang paling dominan menyebabkan penyakit fisik itu datang seperti emosi, iri, dengki dan lain-lain," ucapnya.

Baca Juga : Faktor Kesehatan, Satu Jemaah Kloter 11 Embarkasi Palembang Gagal Berangkat

Monang juga menambahkan, dalam kunjungan ke setiap kamar jemaah yang beragam kondisi dan keadaan sangat berkesan dan menyenangkan. Beberapa jemaah yang kurang sehat dari sisi Ibadah perlu lebih menjaga kondisi kesehatan.

Petugas Kesehatan Kloter 09 KNO, dr. Fitriaty Munawirah Amiruddin mengatakan, pemeriksaan kesehatan rutin jemaah sangat penting dalam ibadah haji. Terlebih lebih lagi puncak ibadah haji semakin mendekat.

“Untuk itu akurasi pemeriksaan kesehatan jemaah di kKoter 09 KNO Sumut diperlukan untuk memprediksi jumlah jemaah yang akan mengikuti skema, safari wukuf, murur dan Nuzul,” ucapnya.

Baca Juga : Sela Qamsiah Siswi 14 Tahun jadi Jemaah Termuda Gantikan sang Ibu

dr. Fitriyati menghimbau agar jemaah tetap mengutamakan kesehatan dan menjaga kebugaran fisik yang baik dan prima serta kekompakan antara muda dan tua dalam beribadah.

Ketua Kloter 09 KNO, Lukman mengatakan, menurut informasi pelaksanaan wukuf di Arafah diprediksi akan dilaksanakan pada 6 Juni 2025. 

Armuzna menjadi salah satu tahapan penting dalam ibadah haji bahkan dianggap sebagai tahapan haji paling berat. Tahapan Armuzna menjadi salah satu pembeda antara ibadah haji dan umrah.

Lukman menambahkan, Armuzna menjadi proses rangkaian ibadah haji yang diawali dengan wukuf di Arafah.

Setelah melaksanakan wukuf, jemaah haji akan berangkat ke Muzdalifah untuk melaksanakan mabit dan kemudian dilanjut dengan melaksanakan Jamarat di Mina.

(cw2/nusantaraterkini.co)