Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kasus yang menewaskan seorang pelajar bernama, Pandu Brata Siregar (18), diduga karena dianiaya oleh personel Polres Asahan, masih menjadi sorotan publik.
Pasalnya, terkait kronologi yang telah disebarkan Polres Asahan kepada publik, justru berbanding terbalik dengan hasil investigasi yang dilakukan oleh Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Sumatera Utara (Sumut).
Dari hasil investigasi Kontras Sumut yang dilakukan pada Jumat (14/3/2025) lalu, menemukan bahwa pernyataan polisi tersebut adalah upaya mereka untuk membohongi publik.
Baca Juga : Diduga PHK Sepihak dan Tahan Upah Lembur, Perusahaan Sawit di Asahan Dilaporkan ke Polda Sumut
Diantaranya, hasil tes urine yang menyebutkan jika Pandu positif narkoba. Sementara dari kesaksian keluarga serta rekan korban, justru menyebut jika dugaan upaya framing polisi itu tidaklah benar.
Kemudian, aksi kekerasan yan dialami oleh Pandu juga menguat setelah warga sekitar melihat secara langsung bahwa perut Pandu ditendang sebanyak 3 kali oleh oknum Polres Asahan.
"Korban mengaku jika telah ditendang perutnya oleh anggota kepolisian kepada keluarganya. Saat dijemput ke Polsek Simang Empat, Pandu juga sempat mengeluhkan sakit diperutnya," ucap Staff Advokasi Kontras Sumut, Ady Yoga Kemit, di Jalan Eka Budi, Kecamatan Medan Johor, Senin (17/3/2025).
Baca Juga : Kebakaran Gudang Penitipan Mobil di Kisaran Hanguskan 23 Kendaraan
"Sehingga klarifikasi dari pihak kepolisian bahwa tidak adanya tindak kekerasan yang dilakukan adalah bentuk kebohongan publik yang mencoba menghindar dari kebenaran dan keadilian," sambung Ady.
Kemudian, lanjut Ady, pernyataan polisi jika awal kasus ini bermula dari usaha penertiban balap liar, justru salah. Yang sebenarnya adalah, Pandu bersama rekannya justru menonton lomba balap lari di lokasi.
Satu lagi, polisi juga menyebutkan mampu membuktikan pernyataan mereka melalui rekaman CCTV, namun sekali lagi, Kontras Sumut megatakan jika di lokasi itu tidak terdapat satupun CCTV.
Baca Juga : KontraS Sumut Desak Proses Hukum Oknum Polisi Diduga Lakukan Kekerasan Terhadap FS
"Dari semua narasi dari pihak keplisian untuk membingkai peristiwa ini, adalah gambaran pola perilaku aparat penegak hukum kita yang kesukaannya merekayasa," tegas Ady.
Kronlogi Versi Polres Asahan
Dilain pihak, pada Rabu (12/3/2025) berdasarkan keterangan tertulis dari Polres Asahan, menyebutkan bahwa Mulanya pihak Polsek Simpang Empat mendapat informasi dari warga, adanya kelompok pemuda balap liar sepeda motor di Jalan Sungai Lama, Desa Perkebunan Hessa, Kecamatan Simpang Empat , Asahan, pada Minggu (9/3/2025).
Baca Juga : Solidaritas Masyarakat Sipil Sumut: Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Pola Teror terhadap Pembela HAM
Polisi langsung menuju lokasi kejadian. Setibanya di sana ditemukan gerombolan anak muda berjumlah kurang lebih 50 orang. Polisi kemudian membubarkan gerombolan pemuda tersebut.
Selanjutnya polisi melihatnya ada pemuda yang berboncengan 4 menggunakan sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Saat itu Pandu dibonceng paling belakang.
"Lalu personil mencoba untuk memberhentikan para pemuda tersebut, namun para pemuda tersebut tidak mau berhenti dan tetap memacu sepeda motornya dengan zig-zag," tulis Kepala Sub Bagian Humas Polres Asahan, Iptu Anwar Sanusi.
Saat pengejaran Pandu tiba-tiba melompat dan terjatuh, polisi kemudian mengamankan Pandu. Pada saat itu, kata Anwar polisi melihat pelipis sebelah kanan Pandu terluka dan mengeluarkan darah.
"Selanjutnya personil piket membawanya ke Puskesmas Simpang Empat untuk dilakukan tindakan medis," ujar Anwar
Setelah lebih kurang 30 menit mendapat perawatan polisi membawa Pandu ke Polsek Simpang Empat untuk proses pembinaan. Lalu kata Anwar pihaknya juga sempat melakukan test urine kepada Pandu dan hasilnya Pandu positif mengkonsumsi narkoba.
"Kejadian ini dapat dibuktikan, semua kegiatan Pandu selama di Polsek juga terekam CCTV," ujar Anwar.
Lalu kata Anwar pada Minggu pukul 10.00, keluarga Pandu menjemput Pandu untuk pulang.
Anwar juga menegaskan selama proses penahanan pihaknya sama sekali tidak pernah menganiaya Pandu.
(cw7/nusantaraterkini.co)
