Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Polri Prioritaskan Rekrut Santri, Komisi III: Jangan Cuma Gimmick

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Anggota Komisi III DPR Abdullah. (Foto: dok FPKB)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Abdullah mengapresiasi kebijakan Polri akan merekrut secara proaktif (rekpro) pendaftaran penerimaan anggota baru Tahun Anggaran 2025 santri dan hafiz Alquran.

"Ya tentu ini bagus, saya dukung penuh bagaimana santri-santri di Indonesia ini bisa menjadi anggota Polri. Tapi ingat, jangan cuma jadi gimmick saja, tapi harus serius polanya, sistem rekrutnya," katanya, Selasa (11/2/2025).

Legislator asal Dapil Jawa Tengah VI ini juga mengusulkan anggota Polri untuk menimba ilmu di Pondok Pesantren dalam waktu tertentu. Menurutnya banyak pesantren yang sudah terbiasa membuka pendidikan singkat bagi siapapun, tak terkecuali bagi anggota Polri.

"Di Pesantren itu sudah biasa ada program pendidikan singkat, misalnya waktu Ramadan. Nah kalau Polri mau ikut mengaji di sana bagus itu, nanti kurikulumnya dan waktunya bisa disesuaikan. Insyaallah akan lebih berintegritas," tegasnya.

Baca Juga: Polres Samosir Sosialisasikan Penerimaan Taruna Akpol, Bintara dan Tantama Polri Tahun 2025

Sebelumnya, Polri melanjutkan rekrutmen anggota jalur santri dan hafiz Alquran. Alasannya, para santri memiliki moral dan etika yang baik sehingga diharapkan bisa tahan godaan saat menjadi anggota Polri. Hal ini disampaikan Inspektur Pengawasan Umum Polri Komjen Dedi Prasetyo, Sabtu (8/2/2025).

“Merekrut polisi dari pondok pesantren memiliki beberapa keuntungan, antara lain pendidikan karakter pondok pesantren dikenal dengan pendidikan karakter yang kuat, sehingga para santri diharapkan memiliki nilai-nilai moral dan etika yang baik,” kata Komjen Dedi.

Baca Juga: Rapim Polri 2025, Kapolri Tegaskan Komitmen Polri dalam Pelayanan dan Perlindungan Masyarakat

Komjen Dedi menerangkan, ponpes mendidik para santri dengan disiplin yang ketat. Sehingga Polri berharap calon anggota dari santri bisa mengikuti aturan dengan baik.

“Santri pondok pesantren terbiasa dengan disiplin yang ketat, sehingga mereka memiliki kemampuan untuk mengikuti perintah dan prosedur dengan baik. Santri pondok pesantren biasanya terbiasa dengan lingkungan yang sederhana dan terbatas, sehingga mereka memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi yang baru,” jelas Komjen Dedi.

(cw1/Nusantaraterkini.co)