Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komite IV DPD RI Sudirman menilai evaluasi secara komprehensif menjadi langkah penting yang harus dilakukan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) pasca penarikan dana berjumlah besar oleh PP Muhammadiyah beberapa waktu lalu.
Menurutnya, evaluasi menyeluruh tidak hanya dilakukan dalam kaitannya dengan kejadian penarikan dana yang dilakukan PP Muhammadiyah. Namun juga meliputi berbagai aspek terkait profesionalitas kinerja dan kualitas layanan publik.
Baca Juga : Ini Rincian Uang Rp 200 Triliun Milik Pemerintah yang Sudah Masuk ke Lima Bank
"Dalam pandangan kami selaku anggota Komite IV DPD RI, yang salah satu bidang kerjanya meliputi sektor perbankan dan BSI bagian dari mitra kami. Dengan apa yang terjadi, evaluasi menyeluruh menjadi sebuah urgensi yang mesti dilakukan oleh BSI,” ujar pria akrab disapa Haji Uma, Selasa (25/6/2024).
Baca Juga : Business Matching BSI International Expo 2025 Bukukan Potensi Ekspor USD 20 Juta
Dirinya menambahkan, evaluasi menjadi langkah penting guna memperbaiki segala kelemahan, sehingga ke depan BSI menjadi lebih baik dan profesional dalam segala aspek, terutama kinerja manajemen serta kualitas layanan publik.
"Apalagi mengingat, kasus penarikan dana berjumlah besar oleh PP Muhammadiyah ikut mempengaruhi opini dan kepercayaan serta citra BSI di mata publik saat ini. Jadi, evaluasi untuk perbaikan bagian upaya guna memperbaiki citra BSI di mata publik,” katanya.
Baca Juga : Sidang Isbat Masih Berlangsung, Kemungkinan Idul Fitri 1447 H Berpotensi Berbeda
Sementara terkait dengan kasus penarikan dana PP Muhammadiyah, dirinya menilai evaluasi spesifik juga harusnya segera dilakukan dan publik juga mesti mendapat penjelasan terkait hal ini. Sehingga publik menjadi jelas dan tidak berasumsi liar yang kemudian berdampak bagi citra BSI.
Baca Juga : Fatwa Muhammadiyah Soal Kripto Dinilai Perjelas Batas Halal Investasi Digital
"Sebagai representasi masyarakat Aceh, di mana BSI menjadi perbankan utama dan dominan. Kami meminta BSI menjelaskan kepada publik terkait hal tersebut agar tidak berkembang asumsi liar yang akan berdampak terhadap citra BSI,” pungkasnya.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Sartono Hutomo Salurkan Bantuan Infrastruktur dan Dukung Penguatan UMKM
