Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Prabowo: Jangan Karena Ambisi Pribadi Menghasut dan Menyengsarakan Rakyat 

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Nanda Prayoga
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Calon presiden nomor urut dua Prabowo Subianto dalam Debat Ketiga Capres-cawapres 2024 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2024). (Foto: YouTube KPU)

Prabowo: Jangan Karena Ambisi Pribadi Menghasut dan Menyengsarakan Rakyat 

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Calon presiden (capres) nomor urut dua Prabowo Subianto menegaskan untuk jangan sampai karena ambisi pribadi sampai menghasut dan menyengsarakan rakyat.

Baca Juga : Apresiasi Prabowo di Filipina, GREAT Institute: ASEAN Lahir dari Rahim Solidaritas Kawasan

Hal ini disampaikannya pada Debat Ketiga Capres-cawapres 2024 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2024).

Baca Juga : Cegah Korupsi, Gus Ipul Usul Pengadaan Barang dan Jasa Program Sekolah Rakyat Dialihkan ke Lembaga Lain

“Jangan karena ambisi pribadi, kita menghasut dan menyengsarakan rakyat. Itu etik yang tertinggi, kebersihan jiwa, kejujuran, kesetiaan sama rakyat,” tegas Prabowo.

Prabowo menyatakan dirinya merasa kasihan dengan prajurit-prajurit yang sedang berjuang untuk Indonesia, jika ada calon pemimpin yang kerjanya hanya menghasut.

Baca Juga : Lugas, Pasangan Ondim-Tiorita Unggul di Debat Kedua, Layak Pimpin Kabupaten Langkat

“Sekali lagi jangan karena ambisi pribadi kita menyesatkan rakyat, kita menghasut rakyat, kita membahayakan pertahanan keamanan rakyat. Kasihan prajurit-prajurit yang sedang berjuang untuk menjaga kita, polisi-polisi yang menjaga kita, kasihan kalau ada calon-calon pemimpin yang kerjanya menghasut saja,” tuturnya.

Baca Juga : Debat Kedua Pilkada Palas, Sekelompok Pendukung Teriak “Pargabus”

Lebih lanjut Prabowo mengatakan kepemimpinan itu butuh nilai, nilai-nilai yang sangat fundamental. Pertama jelas dia adalah nilai cinta tanah air, kedua kejujuran dan ketiga kebersihan.

“Harus memberi contoh tidak boleh korupsi dengan bentuk apapun. Jadi harus ada kepemimpinan berdasarkan nilai. Hubungan dengan etik benar, kita harus beretika dengan benar, jujur, apa yang kita katakan itu yang ada di hati kita. Jangan lain di mulut lain di hati, dan harus cinta tanah air, pertahanan ini sakral bagi kita, ini menyangkut keselamatan kita,” paparnya.

Baca Juga : Soal Pembatalan Informasi Tertutup Dokumen Syarat Capres-Cawapres, Formappi: Komisioner KPU Ciut

Sebelumnya, ungkapan ini disampaikan oleh Prabowo untuk menjawab pertanyaan dari capres nomor urut satu, Anies Baswedan.

Baca Juga : Hasil "Real Count" KPU Data 42,53 Persen: Anies 24,59 Persen, Prabowo 56,39 Persen, Ganjar 19,03 Persen

Anies menyatakan, semakin tinggi jenjang kepemimpinan, semakin luas cakupannya, semakin kompleks organisasinya.

"Maka pemimpin makin mengandalkan pada nilai, bukan lagi teknis-teknis. Itu yang membedakan antara kepemimpinan yang kompleks dan sederhana. Pertanyaannya adalah apa hubungan antara standar etika seorang pemimpin negara dengan kemampuannya dalam menjaga pertahanan keamanan dan kedaulatan negara?,” tanya Anies.

(mr6/nusantaraterkini.co)