Nusantaraterkini.co, MEDAN - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti kenaikan harga cabai yang terjadi di Sumatera Utara (Sumut) saat mengunjungi Pasar Kawat di Tanjungbalai, Kamis (14/3/2024).
Presiden Jokowi didampingi Penjabat (Pj) Gubernur Sumut Hassanudin saat mengunjungi Pasar Kawat. Awalnya Jokowi berdialog dengan salah satu pemilik toko sembako Daut Manurung.
Daut mengatakan harga beras di Kota Tanjungbalai masih stabil dan berharap program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) bisa terus dilanjutkan agar masyarakat terbantu.
Baca Juga : Pengamat: Jokowi Tak Sekadar Bangun Optimisme, PSI Disiapkan Jadi Kendaraan Politik 2029
"Saya ingin program beras murah ini dilanjutkan, kita pedagang tidak enak menjual bahan pokok terlalu mahal kepada masyrakat, kalau harganya stabil kita enak jualnya, masyrakat pun tak banyak tanya. Jadi program ini sangat baik dan perlu diteruskan," ucapnya.
Presiden Jokowi lantas memastikan bahwa ketersediaan beras di Kota Tanjungbalai masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dia memastikan sudah mengecek stok beras di Bulog.
Baca Juga : Jelang Gelar Perkara Ijazah Jokowi, Kubu Roy Suryo Desak Polda Metro Buka-bukaan Barang Bukti
"Saya mengecek utamanya beras, dari Bulog stoknya ada Rp57.000/karung ukuran 5 kg, kemudian beras lokal medium kita masih Rp12. 800/kg dan yang lain masih baik," terangnya.
Jokowi lalu menyoroti tren kenaikan harga pangan yang terjadi di Sumut.
Dia sendiri tidak menampik jika harga cabai terpantau mengalami kenaikan di Sumut.
Baca Juga : Petani Mulai Rasakan Untung Kenaikan Harga Cabai
"Cuma harga cabai yang naik," sebutnya.
Menurutnya kenaikan harga cabai terjadi karena memasuki bulan suci Ramadan 1445 Hijriah/2024 Masehi.
Namun demikian, ia memastikan pemerintah akan menstabilkan harga cabai di Sumut.
Baca Juga : Kecelakaan Bus Halmahera, Perusahaan Masih Mendata Para Korban
"Saya kira ini menjelang Ramadan. Namun stabilitas harga bisa kita kendalikan," kata Jokowi.
Pj Gubernur Sumut Hassanudin menjelaskan bahwa kunjungan Presiden Jokowi ke Sumut dalam rangka memastikan ketersedian pasokan pangan pokok terutama beras.
Dia menyebut ketersediaan beras akan membuat harga menjadi terjangkau.
Baca Juga : Tuntut Gaji Pegawai PDAM Mual Nauli Dibayar, Ribu Simatupang Lakukan Aksi Tunggal Di Kantor Bupati Tapteng
"Sebab stok pangan yang aman dan lancar akan memberikan jaminan kestabilan harga pangan selama bulan puasa hingga menjelang Lebaran,” ujarnya.
Hassanudin menegaskan Pemprov Sumut terus melakukan pemantauan dan antisipasi terhadap stok pangan dengan melibatkan seluruh pemerintah kabupaten dan kota yang ada di Sumut.
Dia menyebut antisipasi itu antara lainmenyiapkan pasar murah, hingga bersinergi dengan pihak terkait mengawal dan mengawasi jalur distribusi.
"Untuk menjaga ketersedian pangan dan stabilitas harga di 14 kabupaten/kota se-Sumut, digelar pangan murah, seperti Karo, Padangsidimpuan, Mandailingnatal, Batubara, Sibolga, Tapanuli Tengah, Simalungun, Pematangsiantar, Asahan, Tanjungbalai, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, Medan dan Deliserdang. Setiap hari beras yang dijual di pasar murah tersebut mencapai 5 ton, minyak goreng 2 ton, telur ayam 200 papan, gula pasir 1 ton" jelasnya.
Sebagai informasi, berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional harga cabai di Sumut per hari ini, Kamis 14 Maret 2024, sebagai berikut.
Cabai merah keriting rata-rata dibanderol Rp83.250/kg, cabai rawit hijau dibanderol Rp67.650/kg dan cabai rawit merah Rp65 ribu/kg.
(HAM/nusantaraterkini.co)
