nusantaraterkini.co, SIMALUNGUN - Pria 'koboi' di Simalungun akhirnya ditangkap polisi. Pelaku adalah Sentanu (41).
Dia ditangkap lantaran menembak dan mengancam orang lain pakai airsoft gun pada Kamis (3/10/2024) di Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun.
Kapolsek Serbelawan, AKP Syamsul Bahri Dalimunthe, menuturkan sebelum aksi pengancaman terjadi, ternyata Sentanu sempat berselisih paham atau cekcok dengan seorang polisi. Bahkan pelaku sempat menantang.
Baca Juga : Oknum ASN Tembaki Warga dan Lakukan Kekerasan saat Malam Natal di Simalungun, 5 Orang jadi Korban
Saat itu, Rabu sore (2/10/2024), personel Polsek Serbelawan yakni Aipda Paiduk Benny hendak membeli gorengan mengendarai mobil.
Kemudian, Benny berpapasan dengan Sentanu yang saat itu memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Benny pun menegurnya.
“Ditegur oleh Aipda Benny, ‘Kok kencang-kencang kali bawa mobil’ dan pelaku menjawab ‘Apa kau?’,” kata Syamsul pada Jumat (4/10/2024).
Baca Juga : Koboi Jalanan di Mampang Beli Airsoft Gun Buat Gaya-gayaan
Saat itu, Benny pun langsung memperkenalkan diri sebagai polisi dan memerintahkan Sentanu untuk menghentikan laju mobilnya. Mobil Sentanu pun berhenti dan dilakukan pemeriksaan.
“Saat dilakukan pemeriksaan dalam mobil tidak ditemukan narkotika atau senjata api. Selesai kejadian tersebut pelaku meminta maaf kepada Benny dan keduanya membubarkan diri,” sambungnya.
Ternyata, usai kejadian itu, Sentanu mendatangi bengkel milik Suhada. Di sana dia bertemu dengan pria bernama Juan Arya Safaras. Disini lah penembakan itu terjadi.
"Tiba-tiba didatangi oleh pelaku dengan mengatakan bahwa ‘polisi nggak berkutik, berani sama aku’. Dan tiba-tiba pelaku langsung mengambil yang diduga senjata api jenis soft gun dari saku kantong celana kanan dan langsung menembakkan ke arah kaki sebelah kiri korban. Beruntung tembakan itu tidak mengenai,” kata Syamsul dikutip kumparan, Jumat (4/10/2024).
“Selanjutnya pelaku mengatakan 'kau pun aku tembak berani aku'. Selanjutnya korban menjawab ‘apanya om ini kok langsung main-main nembak aja, apa masalahnya om’. Dan pelaku juga mengancam menembak kepala korban,” sambungnya.
Aksi itu pun membuat sejumlah warga berkumpul. Lalu, pelaku pun meminta maaf kepada korban. Korban yang merasa terancam pun melaporkan hal ini kepada kepolisian.
Polisi pun turun ke lokasi keesokan harinya. Sentanu pun langsung diamankan dan dibawa ke Polsek Serbelawan untuk dimintai keterangan.
Saat ini polisi masih mendalami kasus tersebut. Pelaku juga tengah menjalani pemeriksaan.
(Dra/nusantaraterkini.co).
