Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Profie Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Pilihan Prabowo yang Gantikan Sri Mulyani

Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
PELANTIKAN MENTERI - Presiden Prabowo Subianto menggantikan dan melantik sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, di Istana Presiden, Senin (8/9/2025). (Foto: Screenshot YouTube Sekretariat Presiden)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Purbaya Yudhi Sadewa dilantik Presiden Prabwo Subianto menggantikan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia, di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025) sore. 

Sosok Purbaya Yudhi Sadewa

Meski bukan berkarir dari jalur Aparatur Sipil Negara (ASN), Purbaya Yudhi Sadewa terhitung bukan orang baru di Pemerintahan Republik Indonesia. 

Purbaya Yudhi Sadewa sudah mulai berkarir di Pemerintahan Indonesia pada tahun 2010 menjadi Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam kurung waktu 4 tahun (2010–2014). 

Baca Juga : Prabowo Rombak Menteri, Menkopolkam Budi Gunawan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Terpental

PEROMBAKAN KABINET - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menandatangani berita acara pelantikan di hadapan Presiden Prabowo Subianto, di Istana Presiden, Senin (8/9/2025). Purbaya Yudhi Sadewa menggantikan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan RI atau Bendahara Negara RI. (Foto: Screenshot YouTube Sekretariat Presiden)

Selain itu, dikutip Nusantaraterkini.co dari Wikipedia, Purbaya Yudhi Sadewa juga menjadi Anggota Komite Ekonomi Nasional (2010–2014), lembaga nonstruktural yang diketuai Chairul Tandjung.

Terakhir Purbaya Yudhi Sadewa menjabat Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dari Mei 2018 hingga September 2020.

Kini, mulai 8 September 2025, Purbaya Yudhi Sadewa yang merupakan ekonom dan insinyur asal Bogor, Jawa Barat, dipilih dan dipercayakan Presiden Prabowo Subianto menduduki jabatan sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia menggantikan Sri Mulyani.

Purbaya Yudhi Sadewa, Lahir di Bogor, Jawa Barat pada 7 Juli 1964. 

Sebelum terjun di pemerintahan, Beliau memulai karier sebagai, Field Engineer di Schlumberger Overseas SA (1989–1994). 

Kemudian pada Oktober 2000 hingga Juli 2005 ia ditunjuk sebagai Senior Economist di Danareksa Research Institute. 

Selanjutnya, ia menjadi Direktur Utama PT Danareksa Securities dari April 2006 Oktober 2008. 

Purbaya Yudhi Sadewa juga menjadi Chief Economist Danareksa Research Institute Juli 2005 – Maret 2013, dan sebagai Anggota Dewan Direksi PT Danareksa (Persero) dari Maret 2013 hingga April 2015.

Karier di Pemerintahan

Purbaya Yudhi Sadewa memulai karier pemerintahannya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Ia menjadi Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam kurung waktu 4 tahun (2010–2014) selain itu iya juga menjadi Anggota Komite Ekonomi Nasional (2010–2014), lembaga nonstruktural yang diketuai Chairul Tandjung.

Pada Maret 2015, ia ditunjuk sebagai Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis, Kantor Staf Presiden Republik Indonesia oleh Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan.

Ia hanya menjabat sampai September 2015. Kemudian pada November 2015, Purbaya ditunjuk sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, jabatan ini ia emban sampai Juli 2016.

Pada tahun 2016, ia kembali ke Kementerian Koordinator Bidang Pereknomian. Ia menjadi Wakil Ketua Satgas Penanganan dan Penyelesaian Kasus (Debottlenecking), yang lebih dikenal dengan “Pokja IV”, di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Juni 2016-2020). 

Kemudian, dia dipindahkan ke Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi (Juli 2016–Mei 2018). 

Jabatannya dinaikkan menjadi Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dari Mei 2018 hingga Juni 2020. 

Selanjutnya digeser menjadi Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi pada Juni 2020.

Organisasi

Purbaya Yudhi Sadewa Anggota Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (2016–2020) dan Anggota Indonesia Economic Forum (2015–). 

Pada Oktober 2016, ia ditunjuk sebagai Gubernur Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dari Indonesia menggantikan Widhyawan.

Pendidikan

Beliau meraih gelar Sarjana dari Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung (ITB). Sementara gelar Master of Science (MSc) dan gelar Doktor di bidang Ilmu Ekonomi diperoleh dari Purdue University, Indiana, Amerika Serikat.

Baca Juga : Reshuffle Kabinet Merah Putih, Daftar Lengkap Menteri yang Diganti dan Dilantik Prabowo

Jabatan Menkopolkam dan Menpora Kosong

Presiden Prabowo Subianto me-reshuffle atau meombak sejumlah jajaran Kabinet Merah Putih di lima kementerian. 

Adapun Menteri yang dicopot oleh Presiden Prabowo Subianto yakni, Menteri Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam Budi Gunawan untuk penggantinya belum dibacakan alias masih kosong. Kemudian, Menteri Kementerian Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo dicopot, namun penggantinya juga belum dibacakan alias masih kosong.

Selanjutnya, Menteri Kementerian Keuangan Sri Mulyani dicopot digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa. 

Menteri Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding digantikan Mukhtarudin.

Lalu, Menteri Kementerian Koperasi Budi Arie Setiadi dicopot dan digantikan Wamennya Ferry Joko Yuliantono.  

Terakhir, Prabowo melantik satu kementerian baru, Yakni Muhammad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umroh, dan Wamennya Dahnil Anzar Simanjuntak.

Pelantikan berlangsung di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025) sore. 

Baca Juga : Prabowo Lantik 5 Menteri Baru Hasil Reshuffle: Purbaya Gantikan Sri Mulyani

Alasan Presiden Prabowo Merombak Kabinet

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan alasan mengapa Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan kabinet pada Senin (8/9/2025) sore. 

Prasetyo menyebutkan, reshuffle dilakukan berdasarkan masukan dan evaluasi yang diterima Prabowo. 

"Atas berbagai perkembangan masukan dan evaluasi yang dilakukan terus-menerus oleh Bapak Presiden, maka pada sore hari ini sekaligus Bapak Presiden memutuskan untuk melakukan perubahan susunan Kabinet Merah Putih pada beberapa jabatan kementerian," kata Prasetyo, di Istana, Jakarta, Senin. 


(fer/nusantaraterkini.co)