Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

SBY Ingatkan Ulama yang Jadi Tim Kampanye agar Tak Berlebihan

Editor :  Redaksi2
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Nusantaraterkini.co, JEMBER - Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan agar para ulama yang menjadi bagian tim kampanye tidak berlebihan dalam mendukung paslon tertentu sehingga tidak memecah umat.

"Ingat, para ulama juga pemimpin umat, meskipun menggunakan hak pilihnya, mungkin juga ada dalam proses kampanye, pastikan tidak melebihi batas kepatutan,” sebut SBY saat bertemu dengan sejumlah tokoh agama di City Forest, Jember, Jawa Timur, Minggu (28/1/2024) dilansir Kompas.com.

Ulama sebagai pemimpin umat diharapkan SBY harus memberikan keteduhan pada umatnya.

Baca Juga : Prof Juwono Sudarsono, Sang Arsitek Sipil di Tubuh Militer Indonesia Meninggal Dunia

Tokoh agama yang bersikap sebaliknya, dinilai bakal menimbulkan kebingungan di antara umat. Untuk itu, SBY meminta pada ulama yang hadir dalam acara itu, untuk tetap menggunakan hak pilih masing-masing, tapi tetap jaga kerukunan.

“Memalukan kalau tabrakan antar pemimpin umat, padahal umatnya tidak mengharapkan seperti itu,” jelas dia.

Ia menilai ulama dan pemimpin harus dekat tidak berjarak, antara pemimpin agama dan pemimpin Islam harus harmonis.

Baca Juga : Jokowi Bantah SBY di Balik Isu Ijazah Palsu

Kemudian, ulama harus memastikan umatnya tetap dibimbing kalau ada masasalah politik. “Kalau umara (pemimpin) dan ulama dekat, insyaallah ada persoalan apapun bisa kita selesaikan,” ujar dia.

SBY menyebut hal itu pernah dilakukan ketika masih menjadi presiden. Dia menyatakan telah menyatukan para ulama dan tokoh agama agar bisa selalu dekat.

“Negara dan pemimpin harus ikut memastikan itu terjadi,” jelas dia. (rsy/nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Refleksi Satu Abad NU: Presiden Prabowo Serukan Kepemimpinan Berbasis Penjernihan Hati ​