Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Selebgram Ratu Entok Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penistaan Agama Kristen

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Junaidi Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ratu Thalisa atau Ratu Entok Selebgram Medan yang viral usai unggahan nya di akun tiktok yang memicu kontrovesi. (Foto: Ist).

Nusantaraterkini.co, MEDAN — Polisi telah menetapkan selebgram Ratu Thalisa, yang lebih dikenal dengan nama Ratu Entok, sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama Kristen.

Penetapan tersebut dilakukan setelah penyidik menemukan bukti kuat dari hasil penyelidikan dan gelar perkara. Ratu Entok ditangkap usai polisi melakukan upaya jemput paksa.

Baca Juga : Polda Sumut Ungkap Mafia Solar di Tebingtinggi, Modus Gunakan 29 Barcode dan Truk Modifikasi

Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi menjelaskan, Ratu Entok dijerat dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) atas unggahan videonya di media sosial. 

Baca Juga : Penempatan tak Sesuai, Agen Penyalur TKI Ilegal Dilaporkan ke Polda Sumut

"Setelah dilakukan pemeriksaan dan gelar perkara, penyidik menetapkan Ratu Thalisa alias Ratu Entok sebagai tersangka. Saat ini, yang bersangkutan telah kami tahan," jelasnya, Selasa (8/10/2024).

Baca Juga : Nistakan Agama, Selebgram Ratu Entok Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Terkait penempatannya selama penahanan, Hadi mengatakan bahwa pihaknya masih mendiskusikan apakah Ratu Thalisa akan ditempatkan di sel tahanan pria atau wanita. Hingga kini, belum ada keputusan resmi mengenai hal tersebut.

Baca Juga : Soal Ratu Entok Diduga Nistakan Agama, Polisi Imbau Masyarakat tak Terprovokasi

Kontroversi Unggahan Video

Kasus ini mencuat setelah sebuah video milik akun TikTok @ratuentokglowskincare menjadi viral. Dalam video tersebut, Ratu Entok tampak mengarahkan kata-kata kasar ke arah foto yang diyakini representasi gambar Yesus. Ia bahkan meminta agar sosok tersebut tersebut mencukur rambutnya agar tidak menyerupai perempuan.

"Kau cukur. Heh! Kau cukur rambut kau. Jangan sampai kau menyerupai perempuan, kau cukur. Dicukur! Biar jadi kayak bapak dia," kata Ratu Entok dengan nada tinggi dan emosi di dalam videonya.

Perkataan tersebut memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, terutama umat Kristiani. Mereka menganggap Ratu Entok telah melakukan penghinaan terhadap simbol agama mereka.

Namun, Ratu Entok menepis tuduhan tersebut. Ia berdalih bahwa video yang beredar telah diedit dan tidak utuh. Menurutnya, banyak pihak yang sengaja memotong videonya untuk menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.

"Konten saya banyak digoreng, banyak dipotong, banyak diedit. Yang pastinya tukang editnya juga sudah dipegang sama tim saya," ucapnya di dalam video klarifikasi yang diunggah ke media sosial.

Klaim Tidak Tahu Foto Yesus

Dalam keterangannya, Ratu Entok mengaku tidak mengetahui bahwa foto yang ditunjukkannya di video tersebut adalah Yesus. Ia berdalih, gambar itu diperolehnya dari hasil pencarian di Google. Saat itu, ia mencari gambar tokoh agama dan foto tersebut muncul di urutan teratas.

"Saya tidak tahu dia siapa, dia dari agama apa. Saya hanya mencari foto tokoh laki-laki yang alim dan berambut panjang di Google. Muncullah gambar itu di urutan teratas, jadi saya pikir dia mungkin terkenal," jelas Ratu Entok.

Ia mengaku membuat video tersebut karena kesal sering disuruh oleh netizen untuk memotong rambutnya, padahal ia merasa banyak tokoh agama yang juga berambut panjang. Unggahan itu, menurutnya, merupakan bentuk luapan kekesalannya terhadap komentar-komentar tersebut.

"Saya bilang, 'Kau juga cukur ya, karena aku disuruh cukur.' Itu saja," tambahnya.

Rencana Gugat Balik

Ratu Entok juga mengancam akan melaporkan balik pihak-pihak yang telah mengedit videonya dan menyebarkannya di media sosial. Ia merasa telah dirugikan oleh potongan video yang beredar luas tersebut.

"Nah, kalau pun ini nanti klimaksnya sampai harus masuk ke ranah hukum, ada LP. Saya pasti akan gugat balik orang yang sudah mengkrop, orang yang sudah mengedit video saya. Saya tidak akan tinggal diam," tegasnya.

Tanggapan Warganet dan Reaksi Pihak Berwenang

Video Ratu Entok tersebut memicu kemarahan banyak pihak. Warganet ramai-ramai mengecam perbuatannya dan meminta polisi untuk mengambil tindakan tegas.

Sementara itu, pihak Polda Sumut telah memastikan akan memproses kasus ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kombes Hadi Wahyudi menambahkan bahwa penyidik akan bekerja secara profesional untuk menuntaskan perkara ini dan memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.

Penetapan tersangka terhadap Ratu Entok, lanjutnya, merupakan bukti keseriusan pihak kepolisian dalam menangani kasus yang menyangkut sensitivitas agama.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)