Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Survei: Politik Uang Paling Dikhawatirkan Masyarakat pada Pemilu 2024

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi politik uang. (Foto: Pinterest)

Survei: Politik Uang Paling Dikhawatirkan Masyarakat pada Pemilu 2024

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Politik uang menjadi hal yang paling dikhawatirkan pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

Baca Juga : Survei Populasi, 59 Ekor Macan Tutul Salju Tercatat di Huangnan Qinghai

Hal ini diketahui berdasarkan survei yang dilakukan oleh Public Opinion & Policy Research (Populi Center), di mana politik uang menempati posisi teratas dengan 37,2 persen suara.

Baca Juga : Bukan dari APBD, Biaya Survei Gubernur Sumut ke Proyek Jalan Sipiongot Paluta Didanai Oleh Pengusaha

“Ketika masyarakat ditanya mengenai apa yang paling menjadi kekhawatiran terkait jalannya Pemilu 2024, tiga jawaban teratas ialah masalah politik uang di angka 37,2 persen. Disusul dengan bentrok antar pendukung calon di angka 19,8 persen serta berita bohong/hoaks pada 11,9 persen,” kata Populi Center dalam keterangan resminya, dikutip nusantaraterkini.co, Senin (4/12/2023).

Selanjutnya, terdapat kekhawatiran akan penyalahgunaan fasilitas pejabat atau pemerintah berada dengan angka 6,6 persen, disusul kekhawatiran akan politisasi agama atau etnis dengan angka 5,5 persen.

Baca Juga : Pakar Nilai Sanksi Blacklist Lebih Efektif Tekan Politik Uang

Kemudian kekhawatiran akan ancaman intimidasi terhadap calon tertentu dengan angka 4,2 persen, diikuti oleh netralitas ASN/PNS di angka 2,9 persen, dan netralitas TNI/Polri di angka 2,5 persen.

Baca Juga : Ekonomi Politik Pilkada: Menimbang Risiko Transaksi Grosir di Balik Meja DPRD

Teruntuk untuk kekhawatiran akan hal lainnya memperoleh angka 1,3 persen, mereka yang tidak merasakan adanya kekhawatiran berada di angka 4,3 persen, dan yang tidak menjawab ada 3,8 persen.

Survei ini sendiri dirilis oleh Populi Center pada Kamis, 9 November 2023 dengan 1200 responden yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling).

Baca Juga : ICW Kritik Wacana Pilkada via DPRD: Bandingkan Anggaran Rp37 Triliun dengan Makan Gratis Rp71 Triliun

Adapun metode yang digunakan adalah metode tatap muka dengan menggunakan aplikasi dari Populi Center, margin of error pada survei ini ada di angka kurang lebih 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca Juga : Bolehkah Yudikatif Berperan Legislatif?

(mr6/nusantaraterkini.co)