Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kepala Balai Pengembangan Mutu Pendidikan (BPMP) Sumatera Utara, Tajuddin Idris, S.Si., M.T., adalah sosok pemimpin visioner yang berhasil membawa perubahan signifikan di BPMP Sumut. Berasal dari Sulawesi, Tajuddin mulai menjabat pada Maret 2024 dengan pendekatan humanis dan semangat adaptasi.
Tajuddin memiliki latar belakang pendidikan yang kuat. Ia menyelesaikan S1 di bidang Fisika pada 1991, S2 Teknik Industri pada 1999, dan memulai studi S3 di bidang Teknik Industri di Universitas Sumatera Utara (USU) pada tahun 2024.
"Belajar terus menjadi bagian penting dalam hidup saya, terutama ketika berada di tempat baru," ungkapnya.
Baca Juga : Daftar Top 10 Paling Kaya Raya di Indonesia Awal Tahun 2025, Salah Satunya Ada Konglomerat Terkaya Di Dunia
Saat pertama kali memimpin, BPMP Sumut menghadapi tantangan berat.
"Kondisinya saat itu gelap dan tertutup, dengan banyak penolakan. Tapi saya memilih pendekatan berbeda, bertahap, melalui strategi by number dan by address," jelas Tajuddin.
Pendekatan ini mengedepankan komunikasi efektif dan gaya kepemimpinan yang mengayomi, seperti orang tua terhadap anaknya.
Baca Juga : Inisiatif Ma’ruf Amin Mundur dari MUI Disebut Sebagai Standar Baru Etika Kepemimpinan
Kepemimpinannya yang berfokus pada komunikasi dan pendekatan humanis menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif. Dengan tim yang terdiri atas 170 staf dan lima kelompok kerja, Tajuddin membawa BPMP Sumut pada berbagai pencapaian gemilang.
Salah satu prestasi membanggakan adalah perolehan penghargaan Keterbukaan Informasi Publik dengan predikat Cukup Informatif, sebuah peningkatan signifikan dengan skor 71,01, setelah sebelumnya tidak masuk nominasi.
Prestasi ini mencerminkan komitmen BPMP Sumut dalam menyediakan informasi yang transparan dan dapat diakses oleh masyarakat.
Baca Juga : Eks Ajudan Prabowo, Sudaryono, Anak Petani yang Dilantik Jadi Wakil Menteri Pertanian
Selain itu, BPMP Sumut juga mendapatkan KPPN Medan I Award sebagai satuan kerja terbaik dalam penyelesaian rekonsiliasi dan penerbitan SHR pada Juli 2024.
Di bulan Oktober, institusi ini menerima penghargaan Apresiasi Duta Merdeka Belajar dari Kemendikbudristek untuk kategori Dampak Advokasi dan Fasilitasi.
“Saya tidak memberikan apa-apa untuk membangun hubungan baik, tapi satu hal yang selalu saya jaga adalah komunikasi. Komunikasi adalah kunci,” tegas Tajuddin.
Baca Juga : Profil dan Jenjang Karier Asep Nana Mulyana yang Dipercaya Presiden Jokowi jadi JAMPIDUM
Momen penting lainnya adalah kehadiran Sekda Sumut dalam acara BPMP pada Rabu (8/1/2025), mewakili Gubernur. Kehadiran ini menjadi simbol pengakuan atas transformasi yang telah dilakukan BPMP Sumut.
(cw9/nusantaratetkini.co)
