Nusantaraterkini.co, BANTEN - Calon anggota legislatif DPRD Kabupaten Pandeglang dari Partai Kebangkitan Bangsa Enung Nurhayati mengaku tak gentar dengan pemecatan. Keputusan Enung untuk mendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pemilu 2024 sudah bulat.
"Tetap dengan pilihan saya, walaupun saya tetap masih di PKB," kata Enung di lapangan Tembong, Kota Serang, Banten, Minggu (4/1/2024) dikutip Kompas.com.
"Ada pun mereka (PKB) ingin memecat saya itu hak mereka, kalau untuk mengundurkan diri, maaf, saya tidak bisa mengundurkan diri," sambung dia.
Baca Juga : Firman Soebagyo: Larangan Sistem Tendem Tingkatkan Kualitas Caleg
Enung menegaskan, dia akan tetap berada di PKB, namun tetap berjuang memenangkan pasangan Prabowo-Gibran di Kabupaten Pandeglang.
"Gak ada alasan apa-apa. Yang jelas saya ingin Prabowo-Gibran menang, saya dengan tim saya di Pandeglang," ujar Caleg DPRD Pandeglang daerah pemilihan 6 ini.
Terkait pernyataan Ketua DPW PKB Ahmad Fauzi yang menyebut Eneng tidak akan memengaruhi suara PKB dan juga pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar di Pandeglang, Enung menanggapinya dengan santai.
Baca Juga : Gelembungkan Suara Caleg, Ketua KPU dan Bawaslu Brebes Dicopot
"Kita lihat saja nanti. Saya kan disebut calon abal-abal, lalu kenapa saya dilantik?" "Ada LPP (Lembaga Pemenangan Pemilu), berarti LPP-nya abal-abal dong. Saya punya SK, saya pengurus Wakil Ketua di DPC Pandeglang," kata dia.
Sementara itu, Euis Rahmawati mengatakan, jika dirinya terpilih dan dilantik sebagai Anggota DPRD Pandeglang lalu di Pergantian Antar Waktu (PAW) oleh partai tidak masalah. Sebab, mereka sudah siap dengan konsekuensinya mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2.
"Kalau saya terpilih dan dilantik, paling saya di-PAW. Tapi itu konsekuensinya dan saya siap. Yang terpenting Prabowo Gibran menang jadi Presiden dan Wakil Presiden," kata Euis.
Baca Juga : Wanita yang Diduga Dihamili Oknum Pegawai Kejari Binjai Diperiksa Kejati: Pelaku Terancam Dipecat
Sebelumnya, Ketua DPW PKB Banten Ahmad Fauzi menyebut kedua caleg yang menyatakan dukungan ke paslon lain sudah dipecat.
"Sudah kita panggil, sudah kita kasih peringatan, dan sekarang sudah diajukan untuk proses pemecatan sebagai anggota caleg PKB," kata Fauzi.
Pemecatan dilakukan karena keduanya tidak mentaati aturan dan perintah partai mendukung Anies-Muhaimin pada Pemilu 2024. (rsy/nusantaraterkini.co)
Baca Juga : 8 ASN Pemko Tanjungbalai Dipecat, Ini Kasusnya
