Nusantaraterkini.co, Medan- Kesejahteraan guru di bawah Yayasan Pendidikan Kristen di Sumatera Utara masih menjadi perhatian serius, mengingat banyaknya sekolah yang terpinggirkan dan menghadapi kesulitan.
Untuk itu, Majelis Pendidikan Kristen (MPK) Wilayah Sumut-Nanggroe Aceh Darussalam (Sumut-NAD) menggelar acara pemberian paket Natal yang diadakan di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Persembahan, Medan, pada Kamis (12/12/2024).
Baca Juga : MKD Tutup Polemik, Adies Kadir Dinyatakan Lolos Tanpa Pelanggaran
Baca Juga : Formappi Minta MKD Periksa Cucun Ahmad Sjamsurijal Imbas Rendahkan Profesi Ahli Gizi
Acara ini bertujuan memberikan dukungan dan perhatian kepada para guru yang mengabdi di sekolah-sekolah Kristen di wilayah tersebut.
Ketua Pengurus Harian MPK Wilayah Sumut-NAD, Rustam Effendy (RE) Nainggolan, menyatakan bahwa acara ini merupakan wujud nyata dari komitmen MPK dalam memperhatikan kesejahteraan guru.
Baca Juga : Natal 2025 di Tengah Bencana, Warga Tapsel Rayakan dengan Kesederhanaan
"Hari ini kami membagikan paket kepada 500 guru di Medan, besok 400 di Pematangsiantar, dan 100 sisanya di Medan. Totalnya ada 1.000 guru yang akan menerima paket Natal ini," jelasnya.
Baca Juga : Tiga Pekan Bencana di Tapteng, Penyintas di Hutanabolon Sambut Natal dengan Keterbatasan
Paket yang diberikan berisi sembako seperti beras 5 kg, gula 1 kg, minyak 1 kg, tepung terigu 1 kg, dan telur 15 butir.
Menurut RE, meskipun MPK Indonesia telah mencakup 484 yayasan pendidikan Kristen di seluruh Indonesia, hanya 21 yayasan yang bergabung dengan MPK di Sumut.
Hal ini menunjukkan masih banyaknya yayasan pendidikan Kristen yang membutuhkan perhatian lebih.
"Kami akan berusaha memberikan dukungan, baik dalam hal peningkatan kualitas sekolah, kesejahteraan guru, maupun manajemen yayasan," tambahnya.
RE juga menekankan bahwa banyak sekolah di bawah yayasan pendidikan Kristen yang saat ini terpuruk, terlupakan, atau tertinggal dalam hal fasilitas dan sumber daya.
Ia berharap, dengan dukungan ini, sekolah-sekolah tersebut bisa bangkit kembali dan memberikan pendidikan berkualitas bagi generasi mendatang.
"Harapan kami ke depan adalah agar lebih banyak yayasan pendidikan Kristen yang bergabung dengan MPK dan bersama-sama kita bangun kembali pendidikan di wilayah ini," ujarnya.
Salah seorang penerima paket, Ernethesia Aritonang, guru Ekonomi di SMA Methodist 7 Medan, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan.
"Ini langkah yang sangat baik, semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut setiap tahun dan semakin banyak bantuan yang bisa kami terima," ungkapnya.
(Cw9/Nusantaraterkini.co)
